Petani Bangka : Harga sawit turun

id kelapa sawit,sawit di bangka

Sejumlah petani kelapa sawit sawit mengumpulkan tandan buah segar

Sungailiat, Bangka (ANTARA) - Sejumlah petani di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengeluhkan harga kelapa sawit mandiri yang hanya Rp820 sampai Rp850 per kilogram.

Menurut salah satu petani mandiri, Adi Muslih di Sungailiat melalui pesan singkatnya, Sabtu, mengatakan harga sawit ditingkat petani mandiri terus mengalami turun hingga saat hanya mencapai Rp820 sampai Rp850 perkilogram.

"Sebelum perayaan lebaran, harga sawit pada tingkat petani mandiri sempat mencapai Rp1.200 perkilogram, kemudian turun menjadi Rp950 perkilogram dan sekarang hanya Rp820 perkilogram," jelasnya.

Adi Muslin mengatakan harga sawit petani mandiri kembali terancam turun karena memasuki musim panen di semua wilayah perkebunan sawit. Seperti biasanya pada saat musim panen hasil produksi petani khususnya sawit akan mengalami penurunan.

"Harga sawit yang cenderung terus menurun sangat dirasa membebani bagi petani sawit mandiri karena dianggap tidak sebanding dengan biaya operasional seperti pemeliharaan dan pemupukan," jelasnya.

Dia mengharapkan pemerintah pusat untuk segera membantu memberikan solusi kepada petani sawit yang berdampak langsung pada penurunan ekonomi masyarakat.

Sementara menurut petani sawit lainnya, Kalvin mengatakan, harga sawit di tingkat petani hanya dibeli oleh pedagang atau pengambil Rp800 perkilogram.

"Harga sawit Rp800 perkilogram itu, hanya cukup untuk perawatan kebun, belum termasuk biaya insektisida atau penyemprotan dan pemupukan," jelasnya.

Dia mengatakan informasi yang didapat harga sawit petani yang dijual oleh pedagang ke pabrik mencapai Rp1000 perkilogram atau selisih Rp200 perkilogram pada tingkat petani.***1***













 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar