Warga Register 45 Mekar Jaya Abadi masih takut pulang

id Bentrok Mesuji,Mesuji,kerusuhan Mesuji,Register 45 Mesuji

Sejumlah Satgas Keamanan TNI/Polri sedang berjaga dan berpatroli di Lokasi Bentrok di Register 45. Jumat, (19/7/2019). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Mesuji (ANTARA) - Sejumlah warga Kelompok Mekar Jaya Abadi, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung pasca bentrok masih takut untuk pulang ke rumah mereka yang berlokasi di Register 45.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Jumat, rumah-rumah mereka yang berdekatan dengan lokasi bentrok terlihat telah dikosongkan oleh pemiliknya yang mengungsi di tempat kerabat dan lokasi-lokasi yang aman. Puluhan satgas gabungan juga terlihat sedang berjaga dan berpatroli di lokasi.

"Saya dan warga lainnya masih mengungsi di sini, takut ada bentrok susulan," kata RT (35), salah satu warga yang mengungsi di Mesuji.

Meskipun aparat keamanan telah menyatakan kondisi di register telah kondusif, namun warga yang mengungsi masih takut untuk pulang ke rumahnya masing-maMereka lebih memilih untuk mengungsi demi keamanan sebelum adanya mediasi atau perdamaian dari pihak kepolisian dan pihak lainnya.

"Itu menurut polisi yang sudah kondusif, tapi menurut kami belum aman. Tempat kami di Mekar Jaya Abadi itu segala sudut pintu masuk bisa dilalui," lanjut dia.

Sementarawarga lainnya AH (45) kelompok Mekar Jaya Abadi, saat ditemui di kediamannya di register 45 mengaku tidak mengetahui sama sekali peristiwa bentrok tersebut.

"Saya tidak tau kejadiannya, rumah ini punya kakak saya, dan barang-barangnya ingin saya bawa ke rumah saudara," sebut dia.

Bentrok antarwarga dua kelompok tersebut terjadi pada Rabu tanggal 17 Juli 2019 sekitar pukul 14.00 WIB.


Sekitar pukul 11.00 WIB saat itu datang alat berat bajak milik kelompok Pematang Panggang Mesuji Raya dan kemudian melakukan pembajakan di lokasi Register 45 Mekar Jaya Abadi.

Pembajakan tersebut dilakukan di area tanah seluas setengah hektare milik salah satu warga bernama Yusuf (41) yang merupakan kelompok dari Mekar Jaya Abadi.

Kegiatan pembajakan tersebut kemudian diketahui oleh salah satu warga dari kelompok Mekar Jaya Abadi dan kemudian seketika memukul kentongan dan mengamankan warga yang sedang membajak tersebut.

Warga kemudian menanyakan perihal atas perintah siapa untuk melakukan pembajakan tersebut. Namun tidak lama setelah itu, operator bajak disuruh pulang kemudian kembali membawa rekan nya dan langsung menyerang kelompok Mekar Jaya.

Akibatnya, bentrok antarwarga di Mesuji itu mengakibatkan tiga orang tewas dan sepuluh orang luka-luka yang saat ini sedang di rawat di Rumah Sakit Bhayangakara, Polda Lampung di Bandarlampung.

Baca juga: Polisi temukan beragam barang bukti di lokasi bentrok antarwarga Mesuji
Baca juga: Kapolres Mesuji bantah ada oknum preman dalam bentrok di Register 45
Baca juga: Lahan garapan di Register 45 milik warga dari luar Mesuji
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar