Pers berperan sangat penting dalam sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS

id Papua,HIV/AIDS

Indonesia Aids Coalition (Dokumen pihak ketiga)

Jayapura (ANTARA) - Peranan pers dan wartawan di Kota Jayapura, Papua dinilai berperan sangat penting dan strategis dalam sosialisasi penanggulangan HIV/AIDS kepada khalayak luas.

Menurut Tri Irwanda Maulana, salah satu pemateri atau fasilitator dalam kegiatan pelatihan media dan CSO dengan tema "Pemberitaan Media yang Positif bagi OdHA" yang digelar oleh Indonesia AIDS Coalition (IAC), di Kota Jayapura, Papua, Senin, peran media dan rekan-rekan wartawan dinilai sangat penting untuk menyampaikan atau mensosialisasikan tentang ancaman penularan HIV/AIDS," katanya.

Menurut dia, dengan bahasa yang mudah dipahami dan dicerna yang dibuat dan diolah oleh wartawan kemudian diterbitkan oleh media atau pers, maka bahaya penularan HIV/AIDS serta bagaimana cara menanganinya lebih cepat dimengerti dan dipahami, selain sosialisasi dalam bentuk diskusi atau lainnya.

"Apalagi jika dijelaskan tentang singkatan-singkatan kalimat terkait dengan HIV/AIDS, maka masyarakat akan lebih mudah mencerna," katanya lagi.

Ia juga mengakui bahwa dari penularan HIV/AIDS, ternyata ada efek domino atau turunannya yang bisa menjadi persoalan sosial lainnya di tengah masyarakat, sebagaimana terungkap dalam diskusi itu.

"Tadi disampaikan oleh rekan media bahwa ada efek domino dari penularan HIV/AIDS, ini juga perlu kita perhatikan. Misalnya itu diturunkan dari orang tua kepada anak atau kasus lainnya," kata Tri.

Gerard salah satu pegiat isu HIV/AIDS di Kota Jayapura dan juga fasilitator lokal Papua mengungkapkan bahwa biasanya para Orang dengan HIV/AIDS (OdHA) tersebut ditemui ketika sudah pada tahap stadium tiga, yakni ketika kekebalan tubuh sudah mulai menurun.

"Di Kota Jayapura malah yang kami temui itu rata-rata OdHA-nya sudah stadium tiga, yang terbilang sudah agak kronis karena terlambat lakukan pengecekan dan mengonsumsi antiretroviral (ARV) dengan teratur," katanya lagi.

Gerad menjelaskan bahwa gejala-gejala penyakit yang ditemui ketika para OdHA tersebut ditemui, antara lain demam berkepanjangan, berat badan turun drastis, tubuh lemah sehingga aktivitas terganggu.

"Lalu, terjadi pembengkakan kelenjar di leher, lipat paha, ketiak. Batuk yang berkepanjangan serta gatal-gatal dan bercak merah kebiruan di bagian tertentu tubuh," katanya pula.

Sedangkan Joice, pegiat dari YPKM Provinsi Papua mengungkapkan bahwa dari warga yang dilayani oleh pihaknya, terdapat sekitar 10 orang anak yang terinfeksi HIV dari orang tuanya.

"Ada yang tinggal dengan keluarganya, karena bapak dan ibu sudah meninggal. Delapan anak dari 10 orang itu sedang bersekolah sehingga membutuhkan bantuan biaya. Ini siapa yang akan tanggung, hanya menunggu uluran tangan dari pemerhati," katanya dengan nada sedih.

Pelatihan media dan CSO dengan tema "Pemberitaan Media yang Positif bagi ODHA" yang digelar oleh Indonesia AIDS Coalition (IAC) di Kota Jayapura, akan berlangsung hingga Rabu (17/7/2019) pekan ini.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar