Dolar AS bertahan menjelang China rilis data ekonomi utama

id kurs dolar AS,perdagangan Asia,penurunan suku bunga Fed,data ekonomi China

Dolar AS bertahan menjelang China rilis data ekonomi utama

ilustrasi: Mata uang dolar AS (FOTO.ANTARA)

Sydney (ANTARA) - Kurs dolar AS tetap bertahan pada perdagangan Senin pagi, ditopang oleh ekspektasi penurunan suku bunga Federal Reserve bulan ini, ketika para pedagang di Asia menunggu data terbaru tentang kesehatan ekonomi China, ekonomi kedua terbesar di dunia.

Data yang dijadwalkan pada 02.00 GMT diperkirakan menunjukkan pertumbuhan ekonomi China mencapai laju paling lambat dalam hampir satu generasi karena permintaan domestik terputus-putus dan ketegangan perdagangan menguat.

Angka penjualan ritel, output industri atau produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua yang lebih lemah dari yang diperkirakan, tumbuh sebesar 6,2 persen dari tahun sebelumnya, dapat menyebabkan investor menjauh dari mata uang Asia dan dolar Australia.

"Kami melihat risiko penurunan data ekonomi China, khususnya pengeluaran infrastruktur," tulis analis Commonwealth Bank of Australia (CBA) dalam catatan kepada kliennya pada Senin pagi.

Itu bisa mengangkat dolar terhadap yuan dan menekan Aussie, kata analis CBA.

Terhadap sekeranjang mata uang, dolar AS bertahan di dekat level terendah 10-hari di 96,814, masih ditekan oleh komentar pekan lalu dari Ketua Fed Jerome Powell dan presiden Fed Chicago Charles Evans yang mengindikasikan pemotongan suku bunga AS diperlukan untuk mendorong inflasi.

Dolar berada di sekitar 107,80 yen, terikat antara dukungan di sekitar 106,80 dan resistensi pada 108,98. Senin adalah hari libur nasional di Jepang dan volume perdagangan dolar-yen sangat tipis.

Euro berada di kisaran sempit terhadap dolar AS pada 1,1270 dolar, di tengah kisaran dua sen di mana mata uang tetap sejak Juni.

Dolar melemah 0,4 persen terhadap mata uang tunggal pekan lalu, didukung oleh ekspektasi bahwa pelonggaran kebijakan di Eropa akan mengikuti The Fed.

"Penurunan suku bunga yang akan datang dan spekulasi bahwa Departemen Keuangan AS dapat melakukan intervensi di pasar mata uang adalah pendorong kembar dari pelemahan dolar," kata Michael McCarthy, kepala strategi di CMC Markets di Sydney.

"Dengan data penting China yang akan segera tiba, para pedagang kemungkinan akan berhati-hati pada Senin pagi," katanya.

Kecuali kejutan PDB, investor cenderung lebih fokus pada data aktivitas China pada Juni untuk petunjuk apakah ekonomi terus melemah menuju paruh kedua atau keluar dari posisi terbawah.

Di AS, penurunan suku bunga 25 basis poin pada Juli telah diperhitungkan, bersama dengan peluang hampir 20 persen untuki pemotongan 50 basis poin.

Investor akan mencari angka penjualan ritel AS yang akan dirilis pada Selasa (16/7/2019) dan pendapatan perusahaan untuk tanda-tanda bagaimana pembeli dan bisnis mengalami pelambatan.

Baca juga: Yuan China melemah
Baca juga: Rupiah pada Senin pagi menguat 29 poin
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar