Gubernur Arinal lepas jemaah calon haji kloter pertama Provinsi Lampung

id gubernur lampung, jemaah calon haji, kloter 05 JKT, 7.423 calhaj

Gubernur Arinal lepas jemaah calon haji kloter pertama Provinsi Lampung

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi saat melepas jemaah calon haji di Asrama Haji Rajabasa, Bandarlampung, Rabu (10/7/2019) (Antara Lampung/HO)

Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Arinal Djunaidi melepas keberangkatan jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama Provinsi Lampung 1440 H/2019 Masehi.

Pelepasan kloter pertama sebanyak 410 JCH asal Kabupaten Lampung Tengah itu berlangsung di Asrama Haji Rajabasa, Bandarlampung, Rabu (10/7).

Suasana haru sempat mewarnai acara pelepasan, terutama ketika gubernur membahas perjuangan agar Bandara Radin Inten II menjadi embarkasi haji penuh.

Baca juga: Gubernur minta KPH data ulang luas dan status hutan di Lampung

"Doakan saya semoga selalu sehat agar saya bisa memberangkatkan haji langsung. Yakinlah saya akan perjuangkan embarkasi haji penuh itu. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama saya akan berjuang maksimal, karena ini di jalan Allah, tidak mungkin ada yang menghambat selama kita semua bekerja dengan tulus dan ikhlas," kata Arinal.

Pihaknya, terus melakukan upaya dan selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar Lampung mampu menyelenggarakan embarkasi haji penuh.

Karena, lanjut dia, segala fasilitas sudah terpenuhi termasuk menjadi bandara internasional.

"Jagalah kesehatan, harus disiplin, harus jaga kesopanan dan tata kerama, itu menjadi hal penting selama jemaah di Tanah Suci. Mari luruskan kembali niat untuk beribadah dengan penuh keikhlasan dan menunaikan ibadah haji semata-mata karena Allah SWT," ujarnya.

Gubernur Arinal juga mengatakan bahwa para jemaah calon haji harus dapat memanfaatkan momen ibadah haji sebagai wahana untuk menggali ladang pahala.

"Gunakan waktu yang ada untuk memperbanyak ibadah seperti zikir, doa, tadarus, bersedekah dan ibadah lainnya. Saya doakan agar dalam perjalanan tanpa halangan suatu apapun, lakukan ibadah dengan baik agar kesempurnaan ibadahnya diperoleh, sehingga menjadi haji mabrur," katanya.

Ia juga meminta tim pendamping di lapangan, agar dapat mengawal dan membina JCH agar khusyuk dalam menjalankan ibadahnya.

"Ditugaskannya para pemandu haji akan mengawal para JCH Lampung, mengingat ada yang kurang kemampuannya, baik bahasa, usia maupun kecekatan karena situasi iklim di sana tidak sama dengan kondisi kita pada saat ini," ucapnya.


Baca juga: Pemprov Lampung dorong ekonomi kerakyatan melalui UMKM berbasis digital
Arinal menyebutkan Pemerintah Provinsi Lampung juga terus berupaya memberikan pelayanan dan fasilitas bagi JCH dengan semakin baik dari tahun ke tahun.

"Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan fasilitas penyelenggaraan haji agar lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Mulai dari pelayanan, kesehatan dan transportasi, tentunya semua ini merupakan wujud kepedulian dan perhatian pemerintah terhadap para jemaah haji," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Suhaili mengatakan kuota haji Provinsi Lampung semula berjumlah 7.020 orang ditambah petugas TPHI, TPIHI, TKHI dan TPHD serta mendapat tambahan sebanyak 281 dari total tambahan nasional.

Sehingga JCH yang berangkat tahun 2019 berjumlah 7.423 orang dalam 19 kloter yang terbagi dalam dua gelombang pemberangkatan.

"Gelombang pertama terdiri atas lima kloter, dengan alur penerbangan dari Jakarta menuju Madinah untuk melaksanakan arbain terlebih dahulu. Sedangkan gelombang kedua berangkat sebanyak 14 kloter dengan alur penerbangan dari Jakarta-Jeddah dan Iangsung melaksanakan umroh," ujar Suhaili.

Suhaili menuturkan pada pelepasan hari ini merupakan kloter pertama Lampung yang tergabung dalam kloter 05 JKG berasal dari Lampung Tengah dengan jumlah Jemaah sebanyak 410 orang dan mulai masuk asrama embarkasi antara Rajabasa pada pukul 09.30 WIB.


Baca juga: Pertengahan Agustus Pemprov Lampung luncurkan Kartu Petani Berjaya
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar