Pemkot Bandarlampung akan naikkan retribusi parkir jadi Rp10 miliar

id pajak parkir

Ilustrasi. Petugas merapikan kenderaan saat diparkir. (ANTARA/Arazak)

Bandarlampung (ANTARA) - Pemerintah Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, berencana menaikkan target pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak parkir menjadi Rp10 miliar pada Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (APBD) Perubahan 2019.

"Kami memilik target Rp6,3 miliar dari pajak parkir secara keseluruhan dan saat ini sudah masuk 58 persen, untuk itu kita akan tingkatkan jadi Rp10 miliar pada APBD Perubahan," kata Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Bandarlampung, Yanwardi di Bandarlampung, Rabu.

Menurut dia, pajak parkir mengalami kenaikan yang signifikan sejak dipasangnya "tapping box" pada sejumlah lokasi termasuk beberapa mall di Bandarlampung seperti, Mall Kartini, MBK, Chandara, Center Point.

Ia mengatakan bahwa Pemkot Bandarlampung hanya memungut 30 persen dari pendapatan parkir, dan untuk besaran tarif lamanya pengunjung yang menentukan pihak pengelola.

"Soal penentuan tarif lamanya pengunjung yang berbeda-beda itu, kita serahkan ke pengelola parkir, kita tidak ikut campur,” kata dia.

Yanwardi mengatakan, pemasangan tapping box di sejumlah parkiran mall dan restoran memang sangat membantu dalam peningkatan PAD Bandarlampung.

Namun, kata dia, masih ada sejumlah restoran yang masih menggunakan nota biasa dan tidak menggunakan alat tersebut agar transaksi di tempatnya tidak dapat terdeteksi oleh pemkot.

"Saya imbau mereka yang pada restoran dan tempat hiburan dalam bertransaksi menggunakan tapping box. Bila sudah tiga kali kami beri surat teguran dan tidak diindahkan terpaksa kami cabut izin usahanya," tegasnya.

Sementara itu, sejumlah warga Bandarlampung meminta Pemkot Bandarlampung, terutama Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Bandarlampung, untuk mengawasi penerapan parkir di mal agar tak membebani warga.

"Semestinya dipungut per jam, bukan per dua jam atau tiga jam sekaligus,"kata Duan, salah satu warga Bandarlampung.

Ia menyebutkan salah satu mal di pusat kota Bandarlampung ada yang menerapkan tarif parkir Rp4.000 pada jam pertama, padahal seharusnya Rp2 ribu/jam.
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar