Oknum guru ajak siswinya masuk kafe, bagaimana tanggapan Pemkab Nunukan?

id dp3ap2kb nunukan, thm, kabupaten nunukan

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Nunukan, Ari Sugias Tuti

Nunukan (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara membenarkan informasi adanya oknum guru yang mengajak siswinya masuk tempat hiburan malam (THM).

Melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, DP3AP2KB  Kabupaten Nunukan Ari Sugias Tuti di Nunukan, Selasa, mengaku juga telah mendapatkan informasi tersebut namun masih dalam tahap penyelidikan.

“Kami juga dari DP3AP2KB Nunukan sudah mendapatkan informasi soal adanya oknum guru yang biasa membawa siswinya masuk THM atau cafe,” ujar Ari.

Hanya saja, dia mengaku belum mendapatkan data valid soal rumor tersebut, sehingga belum bisa melakukan langkah-langkah kongkret berupa pemanggilan untuk klarifikasi kepada pihak sekolahnya.

Ari juga menuturkan, kasus seperti ini tidak tertutup kemungkinan sering terjadi akibat komunikasi intens antara oknum guru dengan siswinya yang berujung pada pertemuan pada jam belajar atau di luar jam belajar di THM atau cafe.

DP3AP2KB Nunukan tentunya akan terus memantau dan menyelidiki kasus semacam ini agar tidak menimbulkan ekses negatif terhadap sekolah dan lebih khusus bagi guru dan siswi bersangkutan.

Sehubungan dengan adanya rumor tersebut, DP3P2KB Nunukan berencana melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah pada tahun ajaran baru ini bekerja sama dengan Satpol PP setempat.

“Kami ada rencana melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah pada penerimaan siswa siswi baru ini guna mencegah adanya kasus-kasus hubungan intim antara guru dengan siswi atau siswanya,” kata Ari.

Ia berharap, orang tua benar-benar memantau mobilitas anaknya setelah pulang sekolah dan melakukan pendekatan persuasif dalam rumah tangganya.

Adanya kasus-kasus kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak selama ini di Kabupaten Nunukan disebabkan kurangnya kontrol orang tua terhadap anaknya di rumah.

Ari mengatakan mungkin faktor kesibukan orangtua yang mencari nafkah, sehingga anaknya dibiarkan keluyuran di luar jam sekolah. Padahal  fenomena semacam itu dapat dihindari apabila para orang tua dapat melaksanakan perannya setiap waktu luangnya.

"Dalam hal ini, termasuk mengawasi dan memantau alat komunikasi yang dimiliki anak-anaknya, sebab semakin canggih alat komunikasi banyak memicu terjadinya pergaulan bebas bagi anak-anak remaja saat ini, sebut Ari.

Menurut dia, peran orang tua sangat penting mengawasi anaknya agar tidak keluyuran, termasuk berhubungan bebas dengan siapapun, termasuk gurunya di sekolah,” kata dia.
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar