Peternak telur herbal tak izinkan jaringannya bercabang untuk jual telur

id Peternak Telur Herbal, tidak bolehkan jaringakan, bercabang

Salah satu pegawai Kusno Waluyo, seorang peternak telur herbal di Lampung Timur, Lampung (Antaralampung.com/Damiri)

Bandarlampung (ANTARA) - Seorang peternak telur ayam herbal, Kusno Waluyo di Desa Toto Projo, Kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Jumat, mengatakan bahwa ia tidak memperbolehkan jaringannya untuk bercabang saat menjual telur herbal.

"Untuk di pasaran kita mempunyai jaringan agar bisa membedakan telur herbal dan tidak. Jaringan kita juga tidak boleh cabang," kata dia.

Meskipun demikian, Waluyo tetap membolehkan jaringannya untuk bercabang saat menjual telur dengan catatan jaringannya telah ia percayai.

"Karena kalau tidak, bisa-bisa membohongi masyarakat. Telur biasa malah dibilang telur herbal," katanya.

Dia menambahkan, untuk membedakan telur herbal sendiri masyarakat dapat melihat dari warna kuning telur berwarna lebih tua setelah dimasak. Kemudian telur juga tidak berbintik dan tidak berwarna pucat alias bersih.

"Lebih enaknya caranya dibuka saja, dan biasanya kuningnya itu tidak pecah ketika kita angkat," kata dia.Baca juga: Kementan-FAO dorong peternak unggas terapkan manajemen "Biosecurity 3 Zona"

Harga telur herbal sendiri di pasaran berbeda dengan harga telur pada umumnya. Namun perbedaannya mencapai Rp2.000 rupiah per butir.

"Kita mematok harga di eceran paling bedanya cuma Rp2.000," kata dia lagi.

Kusno Waluyo seorang peternak telur ayam herbal di Desa Toto Projo, kecamatan Way Bungur, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung, mengatakan bahwa peternakannya mampu memproduksi telur hingga mencapai 2,7 ton dalam sehari dengan populasi mencapai sebanyak 60 ribu ekor.Baca juga: FAO-Antara beri pembekalan pada media soal zoonosis di Indonesia

Untuk populasi yang mencapai sebanyak 60 ribu ekor ayam ras petelur jenis Broiler itu, dia harus menyediakan lahan seluas 12 hektare yang terpakai untuk 17 kandang dan satu gudang telur.

Dari sebanyak 17 kandang ayam tersebut masing-masing memiliki luas kandang seluas 8x114 meter. Masing-masing kandang itu juga terdapat ayam yang siap bertelur mencapai 6.000 ekor. Dalam prosesnya sendiri, Waluyo telah memiliki sebanyak 110 pegawai yang mengurus mulai dari proses bertelur hingga sesudah bertelur yang akan dipindahkan ke gudang telur.Baca juga: 20 persen produksi telur Lampung dipasarkan ke Jakarta
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar