Fenomena kawin kontrak karena masyarakat masih kurang paham hukum

id Kawin-kontrak TPPO,Masyarakat Kurang Paham Hukum

Fenomena kawin kontrak karena masyarakat masih kurang paham hukum

Advokat Lembaga Advokasi Perempuan Damar, Meda Fatmayanti, saat memberikan keterangan terkait fenomena kawin kontrak, di Bandarlampung Selasa, (18/6/2019). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Advokat Lembaga Advokasi Perempuan Damar Meda Fatmayanti mengatakan fenomena kawin kontrak yang sedang heboh belakangan ini dikarenakan banyaknya masyarakat yang masih kurang paham tentang Hukum dan Undang-Undang Perkawinan.

"Masih kurangnya kesadaran masyarakat terkait hukum dan undang-undang perkawinan tersebut membuat perbuatan demikian menjadi hal yang biasa di kalangan masyarakat bawah," kata dia, di Bandarlampung, Selasa.

Padahal tambahnya, kawin kontrak merupakan perbuatan yang jelas-jelas menyalahi peraturan perundang-undangan dan bisa juga disebut dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dimana dalam kegiatan tersebut pihak wanita yang selalu menjadi korbannya.

Menurut dia, masalah ini tidak bisa dibebankan kepada pemerintah setempat dan pihak keamanan saja namun dibutuhkan juga kesadaran masyarakat untuk dapat mencegah hal ini terjadi.

"Kita bersama-sama harus melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa banyak hal negatif dari kawin kontrak tersebut dan kesadaran masyarakat juga dibutuhkan agar tidak mengorbankan pihak keluarganya untuk melakukan hal demikian," katanya.

Ia menambahkan, selain masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang hukum dan undang-undang perkawinan salah satu faktor yang menyebabkan adanya praktik seperti ini adalah faktor ekonomi. 

"Tidak bisa kita pungkiri bahwa ekonomi menjadi salah satu faktor kuat dalam praktik-praktik seperti ini dan mungkin sudah banyak terjadi di kampung-kampung namun tidak terdeteksi oleh kita," kata dia.