Arus balik bermotor padati dermaga penyebarangan Bakauheni

id Arus Balik 2019,Arus Lebaran 2019,Arus mudik di Lampung,Arus balik di tol Lampung,Tol Lampung-Palembang, Ramadhan 2019 di Lampung, Lebaran 2019 di Lam

Arus balik bermotor padati dermaga penyebarangan Bakauheni

Pengendara mobil antre saat akan memasuki Kapal Roro di Dermaga 3 Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Lampung, Sabtu (8/6/2019). ANTARA FOTO/Ardiansyah)

Bandarlampung (ANTARA) - Arus balik menggunakan sepeda motor memadati dermaga I di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan, Provinsi Lampung pada H+3 Lebaran untuk diseberangkan menuju Pelabuhan Merak, Banten.

Pantauan Antara, Minggu siang, ribuan warga arus balik bersiap untuk memasuki kapal keberangkatan pada dermaga I yang dibuat dua baris oleh petugas dengan masing-masing sepeda motor.

Sementara arus balik baru dengan sepeda motor terus berdatangan sehingga terlihat petugas loket tiket pada dermaga I tersebut harus bekerja dengan keras karena tidak terputus antrian masuk.

Padahal pada dermaga tersebut sudah dibuka 14 loket untuk melayani para pemudik bermotor. Di tempat yang sama juga di sediakan tiga tenda untuk berteduh para penumpang kendaraan roda dua ini.

Sementara itu salah seorang calon penumpang kapal penyeberangan, Fathul Hadi (25) asal Lampung Tengah mengatakan sudah terkena macet dari seaport hingga sebelum masuk ke pintu loket.

"Dari jam 10.00 saya terkena macet hingga saat ini masih belum dapat tiket masih ngantri," kata dia.

Ia mengungkapkan bahwa tahun lalu kondisi balik ke pulau jawa tidak separah ini bahkan suasana seperti ini sudah mirip-mirip dengan di merak. "Mungkin orang yang mau ke Jakartanya yang nambah," ujarnya.

Sementara itu pemudik lainnya Hanafi (35) mengatakan bahwa tahun ini adalah kondisi terparah dari tahun-tahun sebelumnya. Memakai kartu e-money ini malah sedikit menghambat dikarenakan pada loket setiap kendaraan memakan waktu hingga lima menit.

"Sebelumnya enak kami masuk bayar langsung ke dermaga kalo sekarang kan tidak malah lebih lama pake kartu itu," kata dia.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar