Polres Pamekasan jaga gereja

id polres pamekasan

Demo massa bersenjata bambu runcing di Mapolres Pamekasan, ricuh, sehingga polisi terpaksa membubarkan dengan tembakan gas air mata. ANTARA/Abd Aziz

Pamekasan (ANTARA) - Aparat Polres Pamekasan, Jawa Timur menerjunkan personelnya guna menjaga gereja terkait kericuhan yang terjadi di Jakarta, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, dan penjagaan tempat ibadah umat Kristiani tersebut, juga dimaksudkan untuk mengantisipasi imbas terjadinya kericuhan di berbagai daerah.

"Penjagaan gereja yang kami lakukan sebagai upaya antisipasi saja, selain memang merupakan patroli rutin di Pamekasan ini," kata Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres Pamekasan Kompol Jalal  di Pamekasan, Minggu malam.

Masing-masing gereja dijaga oleh petugas gabungan dari Polres Pamekasan dan Kodim 0826 Pamekasan secara bergantian selama 24 jam.

Jalal menjelaskan, saat ini, seluruh wilayah di Indonesia ditetapkan dalam siaga 1 oleh Polri, setelah terjadi kericuhan di Jakarta dan aksi kerusuhan di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk di Pamekasan dan Sampang.

Beberapa waktu lalu, sekelompok massa yang berjumlah ribuan orang berunjuk rasa ke Mapolres Pamekasan. Massa juga sempat melempari petugas dengan batu, akan tetapi aksi itu berhasil dibubarkan, setelah polisi melepas tembakan gas air mata.

Di Sampang, sekelompok orang menggelar aksi dan membakar kantor Mapolsek Tambelangan, Sampang hingga ludes terbakar.

"Situasi itu yang menyebabkan kami di Mapolres Pamekasan terpaksa harus melakukan pengamanan di tempat-tempat ibadah umat Kristiani di Pamekasan ini," kata Jalal.

Kabag Ops berharap, situasi keamanan bisa segera pulih, dan masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan seruan oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab, seperti melakukan aksi anarkis.
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar