Zennyartha, grafologi ubah nasib dari goresan tangan

id Zenlife,grafologi,grafobisnis,garut

Zennyartha ahli grafologi ubah nasih dari goresan tangan (Hanni Sofia)

Jakarta (ANTARA) - Bagi Zennyartha Imagemoeslem Hermawan (27) belajar grafologi atau ilmu analisis pola tulisan tangan tidak sebatas mengidentifikasi kondisi psikologis maupun karakter seseorang, namun lebih luas mampu mengubah nasib seseorang.

“Grafologi itu luas bukan sekadar membaca tulisan atau tanda tangan seseorang tapi merupakan analisis yang ilmiah karena sudah dilandasi dengan riset keilmuan,” kata gadis yang akrab disapa Zenny itu.

Zenny yang lulus dari Sastra Arab Universitas Padjajaran Bandung itu tertarik untuk belajar grafologi lantaran pernah beberapa kali ditipu oleh rekan bisnisnya. Ia kemudian bertekad untuk bisa menganalisis secara mandiri bentuk tanda tangan dan tulisan tangan dari para calon rekan bisnisnya kemudian.

Sejak saat itulah ia belajar ilmu grafologi dari ahlinya yakni grafolog ternama di Indonesia yang juga kreator grafobisnis Yosandy LS yang telah mendalami grafologi dan turunannya selama 27 tahun lebih. Seiring berjalannya waktu, Zenny justru jatuh hati pada ilmu grafologi yang nyatanya luas.

“Grafologi ada begitu banyak turunannya dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tiga yang saya pelajari yakni grafoterapi, grafoforensik, dan grafobisnis,” kata perempuan asli Garut itu.

Zenny kerap mendapati nasib bisa diubah dengan memperbaiki goresan atau tanda tangan. Bukan semata ramalan kata dia tapi secara ilmu itu dapat dijelaskan karena “pattern” goresan tangan terkait dengan neurosistem.

Menurut dia, hal itu lebih karena ketika seseorang mengubah goresan tulisan atau tanda tangan maka susunan neurosistem dalam tubuh pun berubah.

“Susunan neurosistem itu bisa memutuskan dan menghubungkan sinep, sehingga terbentuk pola pikir baru, inilah yang kemudian menentukan aksi atau tindakan. Tindakan inilah yang akan menentukan nasib seseorang,” katanya.

Ia mengatakan dengan menganalisis karakter dapat membantu untuk memetakan bakat, kondisi emosi, cara berfikir, dan lain-lain. Bahkan saat ini grafologi mulai dikembangkan untuk bidang forensik dan medis.

Sayangnya hingga kini, belum banyak orang yang mau menekuni ilmu tersebut padahal manfaatnya sangat besar. Ia pun kerap kali mendapatkan kesempatan untuk menjadi konsultan bagi perusahaan-perusahaan ketika akan merekrut karyawan hingga konsultan para pengusaha saat akan memperluas pangsa bisnis.

Lebih dari itu, ia bersama yuniornya Rahmah Hidayat melangkah ke grafoterapi untuk meringankan gangguan kesehatan melalui ilmu goresan tangan.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar