PBB peringatkan dunia, empat tahun terakhir paling panas

id Sekjen PBB,Pemanasan Global,Kunjungan ke Pasifik

Sekjen PBB Antonio Guterres (kedua kiri) sebelum pertemuan bilateral Belt and Road Forum kedua di Balai Agung Rakyat, Jumat (26/4/2019), di Beijing, China. Foto diambil tanggal 26 April 2019. (REUTERS/POOL)

Melbourne (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan dunia "tidak di jalur" untuk membatasi kenaikan suhu udara global di kisaran 1,5 persen, TVNZ melaporkan pada Minggu, dalam kunjungannya ke Selandia Baru.

Guterres yang berbicara kepada media bersama Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arden, memperingatkan bahaya-bahaya jika tidak mengatasi perubahan iklim.

"Perubahan iklim bergerak lebih cepat daripada apa yang kita kira ...empat tahun belakangan (temperatur) telah tercatat paling panas," kata Guterres yang dikutip TVNZ.

Negara-negara berjanji berdasarkan perjanjian iklim Paris tahun 2015 akan berusaha membatasi kenaikan pemanasan global bahkan hingga jadi 1,5 derajat Celsius.

Menurut media setempat, Guterres mengatakan dia juga ingin menunjukkan solidaritas selama Ramadhan bersama dengan mereka yang terpapar serangan-serangan mematikan di Christchurch pada 15 Maret.

"Untuk menghormati keberanian mereka, untuk ketangguhan mereka tetapi juga untuk kesatuan luar biasa dan menyampaikan pesan solidaritas yang diberikan rakyat dan pemerintah Selandia Baru," demikian TVNZ melaporkan.

Guterres tiba di Selandia Baru pada Minggu dan kemudian akan ke Tuvalu, Vanuatu dan Fiji sebagai bagian dari lawatan ke Pasifik yang berfokus pada perubahan iklim.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar