Sempat tenang 48 jam, kembali terjadi perang di ibu kota Libya

id Pertempuan di Tripoli,Pasukan Khalifa Haftar,Pasukan GNA

Sempat tenang 48 jam, kembali terjadi perang di ibu kota Libya

Seorang pengunjuk rasa Libya membawa croissant (La Broiche) saat ia mengikuti demonstrasi menuntut penghentian serangan Khalifa Haftar terhadap Tripoli, di Martyrs Square di pusat Tripoli, Libya, 19 April 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/Ahmed Jadallah/ama/cfo

Tripoli, Libya (ANTARA) - Bentrokan antara pihak yang berperang di Libya telah berlangsung lagi setelah dua hari suasana tenang, kata seorang juru bicara Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA), yang diakui PBB di negeri itu, Rabu (8/5).

Menurut Juru Bicara GNA Mustafa Al-Mjai, bentrokan berlangsung di dekat Bandar Udara Internasional Tripoli antara pasukan pro-GNA dan pasukan yang setia kepada komandan militer Libya Timur Khalifa Haftar.

"Sasaran utama kami ialah mendirikan pengawasan yang efektif atas bandar udara dan Kabupaten Qasr Ben Ghashir di sebelah selatan ibu kota," kata Al-Mjai.

Pasukan pro-GNA juga berharap bisa memukul mundur pasukan Haftar dari Kota Garyan dan Tarhunah, yang masing-masing berada 100 kilometer di sebelah selatan dan 90 kilometer di sebelah tenggara Tripoli, kata juru bicara itu.

Pada awal April, Haftar --yang mengomandani pasukan yang setia kepada pemerintah saingan GNA di Libya Timur-- melancarkan operasi besar untuk merebut ibu kota Libya.

Namun setelah lebih dari satu bulan pertempuran sporadis di pinggir Tripoli, pasukan Haftar gagal mencapai sasaran utama mereka walaupun mereka telah merebut beberapa kota besar dan kota kecil di sekitar Tripoli.

Libya tetus dirongrong kerusuhan sejak 2011, ketika orang yang lama memimpin negeri itu, Muammar Gaddafi, digulingkan dan terbunuh dalam aksi perlawanan berdarah yang didukung NATO setelah empat dasawarsa kekuasaannya.

Sejak itu, negara yang kaya akan minyak tersebut telah menyaksikan kemunculan dua pemerintah yang bersaing: satu di Libya Timur, yang bersekutu dengan Haftar, dan satu lagi di Tripoli, yang mendapat pengakuan PBB.

Sumber: Anadolu Agency
 
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar