Pengeboman Sri Lanka, ISIS akui bertanggungjawab

id ISIS,Pengeboman Sri Lanka

Kerusakan Gereja Katolik St. Sebastian akibat ledakan bom dari serangkaian bom di sejumlah gereja dan hotel mewah saat peringatan Paskah, di Negombo, Sri Lanka, Senin (22/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/djo/wsj. (REUTERS/ATHIT PERAWONGMETHA)

Kairo (ANTARA) - Kelompok ISIS mengaku bertanggungjawab atas pengeboman terkoordinasi di Sri Lanka, yang menewaskan 321 orang dan melukai sekitar 500 orang lainnya, kata Kantor Berita AMAQ miliknya, Selasa.

Kelompok tersebut tidak memberikan bukti apapun atas klaim mereka.

Serentetan serangan bom menghancurkan ketenangan di Sri Lanka, negara yang berpenduduk mayoritas penganut Buddha, sejak perang saudara yang melibatkan separatis berakhir 10 tahun lalu. Serangan Minggu juga meningkatkan ketakutan bahwa kekerasan antarmasyarakat akan kembali muncul.

Sri Lanka memiliki penduduk sejumlah 22 juta orang, termasuk warga minoritas Kristen, Muslim dan Hindu.

Sumber: Reuters
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar