China larang warganya berkunjung ke Sri Lanka

id sri lanka,peringatan kunjungan,china,pengeboman di sri lanka,ledakan di sri lanka,kolombo

Sejumlah petugas mengangkat peti jenazah korban rangkaian serangan ledakan bom bunuh diri di sejumlah gereja dan hotel mewah di sejumlah wilayah pada Perayaan Paskah, Minggu (21/4/2019) saat pemakaman massal di dekat Gereja St. Sebastian di Negombo, Sri Lanka, Selasa (23/4/2019). ANTARA FOTO/REUTERS/Athit Perawongmetha/wsj.

Beijing (ANTARA) - Kedutaan Besar China di Sri Lanka, Selasa, memperingatkan warga negaranya agar jangan dulu berkunjung ke Sri Lanka setelah serangkaian ledakan bom menghancurkan sejumlah gereja dan hotel mewah di berbagai wilayah negara itu pada Minggu Paskah.

China adalah salah satu negara penanam modal utama di Sri Lanka.

Kedubes China mengumumkan di lamannya bahwa kedatangan warga-warga China ke Sri Lanka akan membuat pihaknya kesulitan memberikan bantuan yang efektif karena ada risiko besar soal keamanan.

Perkembangan terkini, polisi Sri Lanka telah menahan satu warga Suriah di antara 40 orang yang diperiksa dalam penyelidikan serangan bom saat Paskah pada Minggu (21/4) di beberapa gereja dan hotel, kata pemerintah dan narasumber militer pada Selasa.

Sementara itu, jumlah korban tewas akibat serangan bom telah bertambah menjadi 321 orang.

Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab atas serangkaian serangan itu, yang dikatakan sejumlah pejabat dilakukan oleh sedikitnya tujuh pengebom bunuh diri.

Sumber: Reuters


 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar