Negara maju alami perlambatan, ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 5,2 persen 2019-2020

id Pertumbuhan ekonomi, Sri Mulyani,IMF, WB,Kemenkeu,Suahasil Nazara

Negara maju alami perlambatan, ekonomi Indonesia diprediksi tumbuh 5,2 persen 2019-2020

Kepala BKF Kemenkeu Suahasil Nazara dalam jumpa pers kondisi terkini APBN 2019 di Jakarta, Senin (22/4/2019). (ANTARA/Indra Arief Pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa kalangan pelaku bisnis global memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2 persen (year on year/yoy) pada 2019 dan 2020, di tengah banyak negara maju dan berkembang mengalami perlambatan pertumbuhan.

Kepala BKF Kemenkeu Suahasil Nazara dalam jumpa pers kondisi terkini APBN 2019 di Jakarta, Senin, mengatakan Indonesia perlu mencari sumber-sumber baru pertumbuhan ekonomi untuk melengkapi potensi pertumbuhan dari sektor-sektor yang selama ini menjadi andalan.

Maka dari itu pula, Suahasil mengklaim, Kemenkeu memberikan stimulus terhadap perekonomian dengan mempercepat pembayaran kelebihan pajak atau restitusi kepada pengusaha agar sektor riil mampu berekspansi memenuhi target bisnisnya.

"Proyeksi ekonomi global untuk Indonesia masih 5,2 persen pada 2019 dan 2020, tahun depan," ujarnya.

Proyeksi tersebut merupakan hasil pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) di Washington DC, AS, pada pekan kedua April 2019.

Dalam pertemuan rutin yang mempertemukan seluruh pemangku kebijakan ekonomi tertinggi di setiap negara di dunia itu, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,5 persen menjadi 3,3 persen pada 2019.

Sementara pertumbuhan ekonomi negara maju pada 2019 diperkirakan IMF turun dari proyeksi sebelumnya dua persen menjadi 1,8 persen.

Pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang juga dikoreksi dari 4,5 persen menjadi 4,4 persen.

Adapun, menurut Suahasil, Indonesia sedang memompa konsumsi rumah tangga dan investasi untuk terus menjaga momentum pemrtumbuhan ekonomi.

Salah satu upaya untuk memberikan stimulus kepada perekonomian adalah dengan mempercepat pembayaran restitusi pajak agar dunia usaha bisa ekspansif.

Menurut data Kemenkeu, restitusi pajak yang sudah dibayarkan selama kuartal I 2019 mencapai Rp50,65 triliun atau tumbuh 47,83 persen dibanding periode sama tahun lalu.

"Pertumbuhan pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai untuk restitusi yang kami bayarkan 47,83 persen. Total rupiahnya selama tigavbulan adalah Rp50,65 triliun. Jadi, ada pertumbuhan restitusi yang sangat cepat," kata Direktur Jenderal Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan pada kesempatan yang sama.

Pada 2018, ekonomi Indonesia tumbuh 5,17 persen (yoy).

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada di 5,0-5,4 persen pada tahun ini.