Hasil hitung cepat bantu investor lakukan penyesuaian investasi

id Investasi,Investor wait and see setelah pilpres,Pilpres

Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) dan KH Ma'ruf Amin (kanan) didampingi sejumlah pimpinan Parpol pendukung melambaikan tangan usai memberikan keterangan terkait Pilpres 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin menyatakan akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun sejumlah lembaga survei memenangkan mereka dalam hitung cepat. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pras.

Jakarta (ANTARA) - Investor dinilai masih akan menunjukkan sikap "wait and see" atau menunggu hingga pengumuman kabinet baru untuk mulai merealisasikan investasinya di Indonesia.

Menurut pengamat ekonomi Fithra Faisal Hastiadi yang dihubungi di Jakarta, Rabu, hal itu dilakukan lantaran investor masih menunggu keputusan sektoral menteri-menteri di kabinet baru nantinya.

"Sikap 'wait and see' investor mungkin akan sampai pengumuman kabinet baru karena menunggu keputusan sektoral menteri-menterinya," katanya.

Kendati demikian, Fithra menyebut dengan hasil hitung cepat yang saat ini beredar, di mana petahana Presiden Jokowi dinyatakan unggul, investor sudah mendapat kepastian pemenang Pilpres.

Hal itu disebutnya telah membuat investor bisa memprediksi kebijakan petahana dan melakukan penyesuaian investasi.

"Yang jelas mereka sudah dapat kepastian siapa pemenangnya. Mereka sudah tahu bagaimana kebijakannya dan tentu mereka sudah bisa menyesuaikan. Hanya mungkin sepertinya masih akan menunggu nama-nama menteri, setidaknya sampai nanti dilantik," katanya.

Fithra menjelaskan sikap "wait and see" investor sejatinya dilakukan dalam beberapa tahun terakhir bukan hanya karena menunggu pemenang Pilpres. Ia menyebut sikap itu dilakukan lantaran masih ada kebijakan pemerintah yang terkesan tidak konsisten.

"Ada kebijakan dengan inkonsistensi yang cukup besar. Faktor itu juga yang membuat mereka semakin menunggu," tuturnya.

Berdasar hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, Jokowi-Ma'ruf unggul dari Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun, hitung riil belum dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).


 

Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar