Menikmati dinginnya Air Terjun Anglo di Pegunungan Rejo Pesawaran

id Destinasi, air terjun

Pengunjung menikmati Air Terjun Anglo (Arter Anglo) yang terletak di Pegunungan Rejo Pesawaran (Damiri/Antaralampung.com)

Bandarlampung (ANTARA) - Air terjun Arter Anglo di Dusun Kaliawi Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, masih merupakan tempat wisata sederhana, namun tidak membosankan.

Mencapai lokasi Air Terjun Anglo  memakan waktu kurang lebih 30 menit dari Pasar Kedondong Pesawaran. Pemandangan indah dengan berbagai pepohonan di pinggir jalan dan cuaca dingin sangat terasa ketika menggunakan sepeda motor untuk mencapai lokasi air terjun itu.
 
Arter Anglo  berada di pegunungan Rejo Pesawaran atau berada di Bumi Andan Jejama.  Air Terjun Anglo atau biasa dikenal dengan julukan Arter Anglo berada di Desa Anglo yang juga merupakan desa peninggalan zaman kolonial Belanda.

Arter Anglo merupakan destinasi wisata yang baru dibuka akhir tahun 2016. Arter Anglo dikelola oleh Karang Taruna Dusun Kaliawi Desa Gunung Rejo Kabupaten Pesawaran dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

Saat memasuki Arter Anglo, pengunjung akan menemukan beberapa petugas penjual tiket.  Bagi yang menggunakan sepeda motor maka akan membayar biaya tiket masuki sebesar Rp10 ribu. Namun bagi yang membawa kendaraan roda empat maka akan dikenakan biaya tiket sebesar Rp25 ribu.

Usai membayar biaya tiket masuk, pengunjung akan berjalan kaki sepanjang dua kilometer dengan lokasi jalanan menurun beralas paving. Di pertengahan jalan terlihat ada sebuah batu sangat besar yang berada di pinggir jalan sebelah kiri dengan terpampang papan petunjuk bertuliskan Arter Anglo. Setelah turun dan kemudian melewati jalan tanjakan sedikit, nantinya sudah terdengar suara derasnya air terjun yang turun dari pegunungan Rejo Pesawaran.

Arter Anglo memiliki ketinggian kurang lebih sekitar 30 meter dengan dikelilingi rerumputan berwarna hijau. Selain itu di lokasi tersebut juga ada beberapa pondokan bambu, panggung, mushala, kamar mandi, kolam mandi, jembatan bambu, dan goa yang dinamakan masyarakat setempat goa landak.

"Ada enam pondok, dua panggung, satu mushala, satu kamar mandi, satu kolam mandi, satu jembatan bambu, dan satu goa landak," tutur salah satu koordinator pengelola Arter Anglo, Agus Mahfud.
 
Air terjun yang berada di Arter Anglo hanya memiliki satu titik. Bahkan ada beberapa titik lagi namun berada di atas pegunungan yang memiliki jarak yang lumayan jauh. Sementara ini pengelola baru hanya menggunakan satu titik air terjun dengan ketinggian 30 meter.

Pegunungan Rejo Pesawaran sejauh ini hanya baru dijangkau oleh masyarakat dengan destinasi wisata air terjunnya. Selain untuk wisata, kawasan Arter Anglo juga kerap digunakan untuk kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa setempat.

Pihak pengelola dari BUMDes rencana akan membuat satu kolam mandi lagi untuk memanjakan pengunjung. Semula kolam mandi yang telah ada tersebut agak sedikit hancur atau jebol lantaran telah dihantam oleh banjir beberapa bulan lalu.

Semula air terjun tersebut lumayan cukup deras saat mengalir ke bawah. Namun karena telah dibagi dan telah diambil menjadi air bersih, air terjun itu kini tidak begitu deras mengalir airnya. 

Air terjun itu digunakan oleh masyarakat satu desa sekitar untuk pemanfaatan keperluan air bersih. Sebelumnya selain di sumur, masyarakat setempat memanfaatkan air sungai maupun air sumur.

"Sudah dibagi oleh PAMDes untuk satu desa. Makanya airnya tidak begitu deras mengalirnya," kata Mahfud.

Dilokasi Arter Anglo terlihat bersih dan tidak kumuh. Pengelola Arter Anglo konsisten untuk menjaga kebersihan dengan cara tidak memperbolehkan pedagang kaki lima untuk berjualan di lingkungan wisata.

Pengelola Arter Anglo hanya memperbolehkan pedagang untuk berdagang saat berada di perbatasan pintu masuk Arter Anglo. Disamping itu, lokasi Arter Anglo bebas dari pedagang.

Dalam sehari ketika menyambut datangnya akhir pekan atau hari libur, pengunjung wisata Arter Anglo bisa mencapai sekitar 500-an orang. Pada hari biasa,  jumlah pengunjung sedikit, hanya berkisar 200 orang.
 
Tidak hanya ratusan, bahkan wisata Arter Anglo sendiri pernah mencapai ribuan pengunjung yang berdatangan saat memasuki hari Natal, Tahun Baru dan hari-hari libur lainnya.

Pengunjung yang mendatangi Arter Anglo tidak hanya dari masyarakat sekitar, melainkan dari sejumlah masyarakat luar seperti Tanjungkarang, Pringsewu, dan Rajabasa.

Bagi pengunjung yang ingin bersantai di salah satu dari enam pondok yang telah disediakan pengelola maka tidak harus lagi membayar pondok. Pengelola tidak meminta biaya pondok namun hanya meminta pengertian dan keikhlasan pengunjung untuk biaya kebersihan di sekitar pondok.

"Paling seikhlasnya saja untuk biaya kebersihan. Selain itu semuanya gratis," kata pria mengenakan pakaian kemeja itu.

Pengurus Arter Anglo dikelola oleh sebanyak 70 orang yang tergabung dalam Karang Taruna. Mereka membagi penjagaan dengan cara bergantian selama satu hari tiga orang untuk hari biasa dan sebanyak 12 orang untuk hari libur.

Bagi yang belum pernah mencoba silakan mendatangi Arter Anglo yang berada di pegunungan Rejo Pesawaran. Perjalanan tidak lah sulit, sarana transportasi mendukung dan infrastruktur jalan cukup baik.
 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar