72 ribu hektare lahan rawa Kabupaten OKI dioptimalkan untuk ketahanan pangan

id Pertanian,Sawah,Lahan,Lahan rawa,kabupaten OKI

Untuk mencapai target swasembada pangan di Provinsi Sumsel, Kementerian Pertanian melakukan percepatan olah lahan di empat kabupaten yaitu Kabupaten Banyuasin, Ogan Ilir (OI), Ogan Komering Ilir (OKI, dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/18)

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendorong pengoptimalan 72 ribu hektare lahan rawa di 18 kecamatan untuk mendukung program ketahanan pangan 2019.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten OKI Syarifuddin mengatakan, dalam program tersebut, pemerintah akan membantu petani mulai dari penataan lahan hingga bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

Pemberian bantuan alsintan ini masuk dalam "program serasi" yang dirancang pemerintah untuk menambah jumlah produksi dengan memanfaatkan lahan-lahan yang masih tidur atau tidak produktif.

"Alsintan ini akan digunakan petani untuk menggenjot jumlah produksi dengan harapan ada peningkatan tiga kali lipat," kata dia.

Ia mengatakan dalam program ketahanan pangan ini, pemerintah juga akan membantu cetak sawah, penambahan luas lahan tanam, peningkatan indeks pertanaman dan menambah luas lahan baku.

Bupati OKI Iskandar mengatakan Pemkab optimistis akan berhasil memanfaatkan lahan rawa ini karena sudah ada sekitar 50 ribu hektare, yang mana  4.400 hektare di Kecamatan Tanjung Lubuk. Apalagi petani mendapatkan alat mesin pertanian yang sudah dipastikan dapat berfungsi dengan baik.

"Kami optimalkan produksi lahan dari satu kali menjadi dua kali bahkan tiga kali panen dalam setahun. Ini bukan suatu yang mustahil jika kita kerja bersama," kata dia.

Pengelolaan lahan pertanian di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi percontohan bagi daerah-daerah lain di Indonesia, untuk pengembangan lahan dan irigasi teknis di kawasan lahan tadah hujan.

 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar