Pulau Sebesi, pemasok utama pisang ke Banten

id pisang, sebesi, pulau

Pulau Sebesi, pemasok utama pisang ke Banten

Pisang Pulau Sebesi akan dibawa Ke Dermaga Canti (Antara Lampung/Agus Wira Sukarta)

Lampung Selatan (ANTARA) - Komoditas pisang dari Pulau Sebesi, Lampung Selatan, dipasok ke Banten untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah wilayah termasuk Jakarta.



"Pengiriman pisang menggunakan kapal melalui Pelabuhan Pulau Sebesi menuju Pelabuhan Anyer, Banten," kata Santana (60), pengepul pisang, di Dusun Regahan Lada, Desa Tejang Pulau Sebesi, Lampung Selatan, Jumat.



Ia menyebutkan, pisang merupakan salah satu komoditas andalan Pulau Sebesi, selain kakao dan kelapa.



Menurutnya, pengepul pisang dapat mengirim sebanyak 1.000 hingga 1.500 tandan per hari, dengan satu tandan berisi sekitar delapan hingga sepuluh sisir pisang.



"Pisang muli, jantan, tanduk, kepok banyak disukai konsumen di Pulau Jawa," ujarnya.



Ia menyebutkan produksi pisang Pulau Sebesi  melimpah dan petani dapat memanen dua minggu hingga sebulan sekali.



Terkait kualitas, Santana yang biasa dipanggil Abah itu mengatakan pisang dari Pulau Sebesi cukup bagus mengingat petani setempat melakukan perawatan kebun mereka seperti memberikan pupuk organik maupun anorganik dan membersihkan areal dari rerumputan serta tanaman liar agar terhindar dari penyakit sehingga harga pisang di pulau yang berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau itu cukup kompetitif.



"Pengepul membeli pisang muli dan jantan dari petani antara Rp10.000 hingga Rp12.000 per tandan. Sedangkan untuk pisang kepok, raja, tanduk, dan ambon harganya lebih tinggi lagi," ujarnya.



Yani (40) warga Dusun II Inpres, Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, mengatakan penduduk pulau setempat menggantungkan hidupnya dari hasil kebun seperti pisang, kakao, dan kelapa.



Menurutnya, komoditas pisang dari Pulau Sebesi banyak dikirim ke Kalianda, Lampung Selatan, untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah wilayah termasuk ke luar daerah.



"Pisang dikirim dari Pelabuhan Pulau Sebesi menuju Dermaga Canti, Lampung Selatan, selanjutnya didistribusikan ke sejumlah tempat, termasuk Pulau Jawa," ujarnya.



Ia menyebutkan, pengepul mengirim banyak pisang ke pedagang besar di Kalianda dan pedagang lainnya di Lampung Selatan mengingat mereka langsung membayar secara tunai saat komoditas itu tiba di Dermaga Canti.



Menurutnya, petani atau pengepul Pulau Sebesi memilih menjual pisang ke sejumlah pedagang Kalianda meski harganya lebih murah dibandingkan dijual ke Banten maupun Jakarta.



"Meski lebih murah, banyak pengepul atau petani memilih menjual ke pedagang di Kalianda Lampung Selatan karena langsung dibayar saat pisang tiba. Bahkan ada pedagang yang memberikan uang terlebih dahulu sebelum pisang datang," ujarnya.



Harga pisang yang dijual ke pedagang di Dermaga Canti lebih murah antara Rp2.000-Rp3.000 per tandan dibandingkan dijual ke Banten atau Jakarta.



Yani menjelaskan, pengiriman pisang bisa mencapai 1.500 hingga 2.000 tandan setiap hari. Untuk biaya ongkos ke mobil pikap, satu orang dibayar Rp1.500 per tandan.



Menurutnya, ongkos angkut pisang menggunakan kapal perahu berukuran sedang bekisar Rp1,5 juta ke Dermaga Canti dan sekitat Rp3 juta ke Pelabuhan Anyer, Banten.



Ia menambahkan ada puluhan pengepul hasil bumi di Pulau Sebesi, yang siap menampung komoditas pisang, kakao, kelapa, dan cengkih.

Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar