Anggaran minim, , BPBD kesulitan laksanakan mitigasi bencana

id mitigasi bencana, lampung timur

Anggaran minim, , BPBD kesulitan laksanakan mitigasi bencana

Ilustrasi. Siswa didampingi petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memadamkan api dengan air di Kantor BPBD Desa Mlati, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (29/3/2019). Kegiatan yang diikuti ratusan siswa itu untuk memberikan pendidikan mitigasi bencana seperti mengenal peralatan dan jenis bencana, penyebab bencana hingga cara menghindari bencana di lingkungan sekitar. ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/aww. (ANTARA FOTO/YUSUF NUGROHO)

Sukadana, Lampung Timur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur kesulitan menyelenggarakan kegiatan pendidikan kebencanaan bagi masyarakat setempat sebab anggaran yang tersedia pada dinas ini terbatas. 

"Kami tidak bisa melakukan penyuluhan kebencanaan, karena anggaran di kami yang minim," kata Kepala BPBD Lampung Timur,  Tri Pranoto di Lampung Timur, Kamis (4/4) malam ketika ditanya perhatian pemerintah daerah terhadap pendidikan kebencanaan bagi masyarakatnya selama ini.

Tri Pranoto mengatakan, BPBD yang dia pimpin sebenarnya memberi perhatian  terhadap pendidikan kebencanaan.

BPBD berharap bisa menggelar simulasi bersama TNI,  Polri dan unsur satuan terkait lainnya dalam menanggulangi bencana, memberi kegiatan pendidikan kebencanaan kepada masyarakat dan pelajar di sekolah-sekolah namun  anggaran yang tersedia minim sehingga selama ini belum bisa dilaksanakan.

"Kami sendiri sebenarnya ingin simulasi menghadapi bencana, terlibat dengan Polri, TNI. Memberi penyuluhan kepada pramuka, pelajar,  tapi anggarannya yang tidak ada," ujar dia.

Kendati demikian, BPBD Lampung Timur pada tahun ini akan melakukan satu kegiatan penanggulangan bencana  pesertanya personel BPBD dan warga.

Sebanyak 40 orang akan terlibat dalam kegiatan tersebut.

Tri Pranoto menyebutkan jumlah personel yang dipunyai BPBD, sebanyak 25 penanggulangan bencana, 30 personel pemadam kebakaran.

Fasilitas yang dimiliki lengkap hanya dua unit mobil pemadam kebakaran yang sudah tua.

Tahun 2019 ini, BPBD  memiliki satu unit kendaraan tanki baru berkapasitas 5 ribu liter yang dapat difungsikan sebagai alat pemadam kebakaran dan bisa pula digunakan menyalurkan air bersih kepada warga yang memerlukan.

Mengenai wilayah rawan bencana, Lampung Timur rawan bencana puting beliung terdapat di Kecamatan Pasir Sakti dan Labuhan Maringgai.

"Wilayah rawan banjir di Sekampung, yang dekat aliran sungai Way Sekampung," ujar Kepala BPBD Lampung Timur ini.
 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2022