Prabowo Melayat ke Rumah Duka Almarhumah Meida Saimima

id Istri almarhum M Panggabean meninggal, Prabowo Subianto

Prabowo Melayat ke Rumah Duka Almarhumah Meida Saimima

Calon Presiden, Prabowo Subianto melayat ke rumah duka almarhumah Meida Saimima Matiur yang berada di jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu malam (30/03/2019), usai mengikuti debat Calon Presiden (Capres). Dokumen Prabowo-Sandi Media Center

Jakarta (ANTARA) - "Ini adalah keluarga pejuang, kita harus hormati semua yang telah bertaruh nyawa untuk bela Pancasila, NKRI dan UUD 1945. Saya merasa Keluarga besar Jenderal Panggabean adalah bagian dari keluarga saya. Saya banyak belajar dari beliau. Dan kini saya kembali merasa kehilangan atas kepergian Ibu Meida," ungkap Prabowo di kediaman almarhumah di Jalan Teuku Umar.

 Calon Presiden Prabowo Subianto langsung melayat ke rumah duka almarhumah Meida Saimima Matiur  di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, usai mengikuti debat calon presiden (capres) putaran keempat yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (30/3) malam.

Almarhumah Meida Saimima Matiur adalah istri almarhum Jenderal TNI Maraden Saur Halomoan Panggabean yang merupakan Panglima ABRI periode 1973-1978.

Setibanya di rumah duka, Prabowo langsung diterima oleh pihak keluarga. Ia menjelaskan bahwa Meida adalah seorang ibu dan istri yang baik dan selalu memberikan semangat kepada almarhum Jenderal Panggabean semasa hidup.

Prabowo menuturkan, almarhum Jenderal Panggabean adalah sosok senior yang ia kagumi di militer. Banyak hal yang ia dapat dari seorang Jenderal Panggabean.

Dia menganggap bahwa keluarga besar Jenderal Panggabean adalah bagian dari keluarganya juga. Karena itu, di merasa kehilangan dengan sosok kebaikan dari Ibu Meida.

Usai melayat ke rumah duka, Prabowo kembali melanjutkan perjalanan ke kediamannya di Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, untuk bertemu dengan para pimpinan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi serta para relawan pendukungnya yang telah menunggu.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar