BEKRAF Gelar Kelas Fotografi Komersial Produk Lokal di Lampung

id fotografi kreatif, BEKRAF, ekonomi kreatif

Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menggelar Kelas Fotografi Komersial Produk Lokal, di Hotel Emersia, Bandarlampung, Kamis (21/3). Acara ini mempertemukan 150 pelaku usaha ekraf di Bandarlampung dan sekitarnya. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)

Bandarlampung (ANTARA) - Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) memberikan "insight" dan transfer pengetahuan kepada pelaku usaha ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung dan sekitarnya dengan menggelar Kelas Fotografi Komersial Produk Lokal, di Hotel Emersia, Bandarlampung, Kamis.

Acara yang digelar BEKRAF ini mempertemukan 150 pelaku usaha ekraf di Bandarlampung dan sekitarnya, dengan narasumber yang memiliki reputasi di bidang fotografi komersial untuk pengembangan produk-produk lokal.

Pembicara kunci sekaligus pembuka kegiatan ini adalah Dr Ing Abdur Rohim Boy Berawi MSc, Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan BEKRAF yang menyampaikan industri ekonomi kreatif merupakan sektor Industri dengan Indonesia masih memiliki peluang untuk menjadi leading sector di dunia.

Subsektor fotografi sebagai salah satu dari 16 subsektor ekraf yang diampu oleh BEKRAF diharapkan bisa menjadi salah satu subsektor yang dapat dimaksimalkan agar ekonomi kreatif dapat menjadi tulang punggung ekonomi nasional Indonesia di masa mendatang.

Data ekonomi kreatif tahun 2016 mencatat produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif mencapai Rp922,59 triliun dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional sebesar 7,44 persen dengan pertumbuhannya mencapai 4,95 persen.

Jumlah unit usaha ekonomi kreatif berdasarkan hasil Sensus Ekonomi 2016 (SE 2016) untuk KBLI Ekonomi Kreatif sebanyak 8.203.826 usaha.

Menurut Boy Berawi, kegiatan ini bermetode  pengalaman yang akan memberikan pengalaman langsung lewat kelas fotografi dengan memanfaatkan teknologi terkini dalam berinovasi sekaligus menjadi wadah jaringan dan berkolaborasi bagi para pelaku ekonomi kreatif yang hadir.

Anggota Komisi X DPR RI Ir Dwita Ria Gunadi dalam kegiatan ini menyampaikan bahwa era Revolusi Industri 4.0 menjadikan ekonomi kreatif salah satu isu strategis yang layak mendapatkan pengarusutamaan sebagai pilihan strategi memenangkan persaingan global, ditandai dengan terus dilakukan inovasi dan kreativitas guna meningkatkan nilai tambah ekonomi melalui kapitalisasi ide kreatif.

Potensi industri digital di Indonesia memang tidak dapat dipandang sebelah mata.

Berdasarkan data analisis Ernst & Young, dapat dilihat pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di Tanah Air setiap tahun meningkat 40 persen. Ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71 juta pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia.

Menurut Dwita Ria Gunadi, melalui kelas fotografi ini semoga ekonomi kreatif kita makin maju dan berkembang.

Dia menegaskan, sinergi antarlembaga seperti ini harus terus dikuatkan, karena ekonomi kreatif tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah tanpa pelaku usaha tidak bisa berbuat banyak, tanpa bantuan lembaga-lembaga keuangan dan media akan sulit berkembang. Jadi sinergi dari semua pihak, sangat saya harapkan, katanya pula.


 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar