Pemkab Lampung Tengah akan renovasi rumah korban bentrok

id renovasi rumah warga,bentrok antarwarga,kampung bumi ratu,loekman djoyosoemarto,bupati lampung tengah

Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto (Foto: Net)

Ini hasil musyawarah dengan Forkompimda. Jadi Pemkab akan merenovasi rumah dan bangunan yang mengalami kerusakan akibat konflik, kata Bupati
Bandarlampung (ANTARA) - Pemkab Lampung Tengah akan merenovasi rumah dan bangunan yang rusak pascaterjadi bentrok di Kampung Bumiratu, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah beberapa waktu lalu.

Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto, Rabu, di Gunungsugih, mengatakan, rencana renovasi itu merupakan hasil musyawarah dan kesepakatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) setempat.

"Ini hasil musyawarah dengan Forkompimda. Jadi Pemkab akan merenovasi rumah dan bangunan yang mengalami kerusakan akibat konflik," kata Bupati.

Ia mengatakan, Pemkab ingin mencari solusi penyelesaian konflik yang terjadi di wilayah hukum Lampung Tengah.

Loekman menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan kegiatan rekonsiliasi di tengah masyatakat dengan mengundang pihak-pihak yang berkonflik.

"Kita akan melakukan renovasi fisik bangunan-bangunan yang rusak akibat konflik antarwarga berapa waktu lalu," ucapnya.

Ia menambahkan, untuk merealisasikan renovasi ini Pemkab Lampung Tengah akan melibatkan TNI, Polri dan juga masyarakat.

"Insyaallah dalam waktu dekat. Tidak akan lama-lama kita bersama dengan masyarakat, TNI, dan Polri, secara bergotong royong melakukan renovasi fisik," tambahnya.

Sebelumnya, terjadi bentrok massa di Kampung Bumiratu Kecamatan Bumiratu Nuban, pada Jumat dinihari (15/3. Bentrok diduga buntut dari perkelahian antara warga Dusun Kebagusan Luar dengan warga Dusun I bernama Alwi yang terjadi pada 3 September 2018.

Alwi meninggal dunia akibat tusukan benda tajam. Sementara dari warga Dusun Kebagusan Luar, Yusuf dan Gidon ditetapkan sebagai tersangka.
 
Yusuf divonis hukuman tujuh tahun penjara dan Gidon tiga tahun penjara.

Informasi yang dihimpun bentrok kembali pecah dikarenakan pihak keluarga tersangka (Yusuf dan Gidon) dari Paguyuban Panbers Lamteng merasa tidak puas dengan pelaku pembakaran rumah Sukarji yang sampai saat ini belum juga ditangkap oleh pihak Polres Lamteng.

Data dari Pemkab Lampung Tengah, akibat kejadian tersebut empat rumah warga ludes karena terbakar.
Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar