Habis masa tugas, Kajati Lampung jadi jaksa fungsional di Kejagung

id kajati

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Susilo Yustinus (antaralampung/damiri)

Bandarlampung (ANTARA) -  Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung Susilo Yustinus kini menjabat sebagai Jaksa Fungsional di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengingat massa jabatannya sebagai Kajati Lampung telah habis.

 "Berdasarkan Undang-undang untuk jabatan struktural di lingkungan kejaksaan itu sampai dengan umur 60 tahun. Kebetulan saya hari ini telah genap berumur 60 tahun," kata dia menjelaskan usai melaksanakan pelepasan dan pengantar purna tugas yang dilaksnakan di Aula Kejati Lampung, Kamis(14/3) .

Susilo mengucapkan terima kasih terhadap rekan-rekan media maupun institusi kejaksaan yang telah melaksanakan kerja sama yang baik selama masa penjabatannya.

"Saya berharap untuk seluruh jajaran Kejati Lampung khususnya Wakajati dan para asisten yang telah bekerja sangat baik dapat lebih baik lagi. Untuk penggantinya nanti Pak Sartono karena saya harus melanjutkan tugas sebagai Jaksa Fungsional di Kejagung RI sampai dua tahun mendatang," kata dia.

Selama menjabat sebagai Kajati Lampung, Susilo bangga atas kerja sama antara instansi pemerintah khususnya kepada forkopimda dalam rangka bersama-sama membangun Lampung sehingga masyarakat dapat merasakan hasil pembangunan tersebut.

"Apalagi kita juga telah berhasil menangkap sebanyak 14 terpidana daftar perncarian orang (DPO). Yang lebih khususnya atas kerja sama masyarakat, rekan-rekan media serta aparat penegak hukum lain khususnya KPK kita berhasil menangkap DPO Alay yang selama ini ditunggu masyarakat," kata dia lagi.

Disamping itu, Susilo juga meminta maaf dengan adanya tulisan "dilarang masuk" saat sedang melaksanakan acara pisah sambut. Menurutnya, sejumlah media maupun tamu yang dilarang masuk karena keterbatasan tempat.

      "Sebenarnya karena tempatnya aja sempit dan juga banyaknya tamu, kebetulan acara kita juga intern. Kita terbuka kok dan tidak ada yang ditutup-tutupi," kata dia menerangkan.
 
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar