4.000 blangko KTP-e disalurkan dalam program "jemput bola" Disdukcapil Waykanan

id bupati waykanan, raden adipati surya,waykanan, ktp-e

Bupati Waykanan Raden Adipati Surya (antaralampung/Emir FS)

Program ini paling menyentuh ke masyarakat, karena paling bisa dirasakan manfaatnya. Karena masyarakat tidak perlu repot-repot ke kecamatan untuk mengurus pembuatan KTP, KK dan akta kelahiran
Waykanan, Lampung (ANTARA) - Dinas Kependudukan dan Ctatan Sipil Kabupaten Waynanan, Provinsi Lampung telah mengeluarkan 4.000 keping blangko KTP elektronik dalam kurun waktu Januari sampai awal Maret 2019 dalam program "jemput bola", untuk  masyarakat yang ada 14 kecamatan.

“Dari Januari sampai awal Maret 2019 ini telah mengeluarkan 4.000 keping blangko E-KTP untuk se-Kabupaten Waykanaan,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Waykanan, Alamsyah, di Blambanganumpu, Waykanan, Selasa. 

Menurutnya,blangko yang dikeluarkan itu merupakan hasil pendataan keliling di masing-masing kampung, untuk memberikan pelayanan pembuatan KTP kepada masyarakat. Karena program jemput bola ini sangat efektif, khususnya bagi masyarakat yang sudah lansia. 

Selain itu, program jemput bola ini, lanjut dia,  dilakukan baik pada saat hari kerja atau libur. Karena pelayanan kepada masyarakat tidak ada kata libur. 

“Dengan program kampung "to" kampung ini sangat mempermudah masyarakat yang ingin membuat KTP, KK dan akta kelahiran, ini pelayanan yang terbaik yang pernah ada,” kata Alamsyah, yang juga mantan kepala Dinas Pekerjaan Umum Waykanan itu. 

Alamsyah mengatakan, walaupun ketersediaan kendaraan operasional terbatas, tetapi tidak pernah menyurutkan petugas untuk berkeliling kampung. Karena tugas ASN adalah pelayan masyarakat. 

“Walaupun kendaraan operasional hanya satu, tetapi semua kampung wajib diberikan pelayanan pembuatan KTP, KK dan Akta Kelahiran ini,” ungkpanya 

Bupati Waykanan, Lampung Raden Adipati Surya mengatakan pelayanan keliling kampung yang dilakukan oleh petugas Dinas Kependudukan dan  Catatan Sipil Waykanan mendapatkan respone paling baik oleh masyarakat. 

“Program ini paling menyentuh ke masyarakat, karena paling bisa dirasakan manfaatnya. Karena masyarakat tidak perlu repot-repot ke kecamatan untuk mengurus pembuatan KTP, KK dan akta kelahiran,” kata Adipati.

Dia menjelaskan, dinas lain dapat mencontohnya, dengan membuat  program yang memberikan pelayanan ke kampung-kampung, seperti  Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UMKM,  dan dinas lainnya.

“Bila ini semua sudah merasa puas, berarti tugas kami   tidak sia-sia dan di periode pertama kami merasa senang bahwa masyarakat puas pelayanan yang di berikan,” kata Adipati yang juga mantan ketua HIPMI Waykanan itu.***2***
(EM*T013)



 
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar