Warga diimbau tidak sembarangan mengusir gajah

id gajah

Warga diimbau tidak sembarangan mengusir gajah

Kawanan gajah yang sering berpindah dan merusak perkebunan serta pertanian warga Suoh, Lampung Barat. (antaralampung/Eko-ist)

Bandarlampung, (Antaranews Lampung) – Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Agus Wahyudiono mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu habitan gajah atau mengusirnya secara sembarangan ketika kawanan itu memasuki permukiman. 

“Masyarakat yang ada jangan sampai mengganggu kawanan gajah, bila tidak mau  kawanan gajah ini merusak rumah, perkebunan dam pertanian warga,” kata Agus, saat dihubungi dari Bandarlampung. 

Menurutnya, sering ke luar dan masuk kawanan gajah ke permukiman warga, diakibatkan sering merasa terganggu habitatnya dengan keberadaan manusia. Apalagi dengan keterbatasan makanan. 

Selain itu, masyarakat itu juga jangan gegabah saat mengusir kawanan gajah yang masuk ke permukiman warga, kalau bisa saling berkoordinasi dengan petugas yang ada agar tidak ada memakan korban. 

“Masyarakat jangan suka gegabah untuk mengusir kawanan gajah yang ada, karena bisa membahayakan warga,”katanya 

Ia menjelaskan, untuk mengusir kawanan gajah ini, harus saling berkoordinasi antara petugas dan masyarakat untuk bisa bersama-sama agar tidak ada korban. 


Sebelumnya, kawanan gajah liar kembali masuk ke perkebunan serta merusak puluhan hektare tanaman di sawah yang berada di Pekon (Desa) Roworejo, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. 
   
 "Iya tadi sore kawanan gajah kembali masuk dan merusak lahan perkebunan dan pertanian milik warga termasuk sawah," ujar Eko, salah satu warga saat dihubungi dari Bandarlampung. Sabtu, pekan lalu.

Menurutnya, kawanan gajah sudah hampir dua pekan menginap di lahan perkebunan dan pertanian milik warga di Pekon Roworejo, Kecamatan Suoh, Lampung Barat.

 Dia menerangkan, para pemilik lahan perkebunan dan pertanian hanya dapat melihat dari jarak terdekat sekitar 50 meter saja.

  "Kami hanya bisa melihat dari jarak 50 meter saja. Dan belum berani mendekat, karena tidak mau mengambil risiko," katanya.

Eko menjelaskan, puluhan gajah ini sudah hampir satu bulan menginap di dekat permukiman warga dan sampai saat ini kawanan gajah tersebut berpindah dari pekon satu ke pekon lainnya.

 "Bila diusir dari pekon Roworejo maka akan berpindah ke pekon lainnya. Karena hutan ini dikelilingi oleh rumah penduduk," ungkapnya.
 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar