Antisipasi gajah liar masuk permukiman, TNBBS pasang alat pendeteksi

id gajah

Antisipasi gajah liar masuk permukiman, TNBBS pasang alat pendeteksi

Kawanan gajah liar masuk ke perkampungan (pekon) Roworejo Kecamatan Suoh Kabupaten Lampung Barat (Antaranews Lampung/ Tagana Lampung Barat)



Bandarlampung,  (Antaranews Lampung) – Kepala Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Agus Wahyudiono mengatakan telah memasang alat pendeteksi gajah seperti GPS, agar ketika ada gajah  masuk ke permukiman warga dapat terdeteksi oleh petugas. 



“kita telah memasang alat pendeteksi gajah di beberapa titik, tetapi gajah ini tidak beraturan masuk dan ke luarnya. Ini yang membuat kewalahan untuk bisa mendeteksi keberadaan gajah tersebut,” kata Agus, saat dihubungi dari Bandarlampung, Rabu. 



Menurutnya, pemasangan alat pendeteksi gajah ini sudah dilakukan sejak lama. Bahkan selain  pemasangan alat, didirikan posko untuk dapat memantau gajah yang ke luar masuk permukiman warga. 



Selain itu, kawanan gajah liar yang sering ke luar masuk permukiman warga ini, masih terus di akukan penelitian, karena pada saat malam hari kawanan gajah ini masuk ke hutan kawasan, sedangkan siang hari ke luar dan ke permukiman warga. 



“Kami sedang mencarikan solusi agar kawanan gajah ini tidak masuk dan menginap di permukiman warga,” katanya. 



Agus menjelaskan, peristiwa kawanan gajah masuk ke pemukiman warga ini, bukan hanya tahun ini saja, tetapi sudah sejak beberapa tahun lalu. 



Bahkan, untuk menggiring kawanan gajah ke luar dari permukiman warga, telah dilakukan koordinasi dengan Pimpinan Tamaan Nasional Way Kambas (TNWK) agar bisa mengirim mahout (petugas penjaga gajah) ke Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). 



“Dengan cara ini kawanan gajah bisa ke luar dari permukiman warga. Semoga dengan petugas mahout ini kawanan gajah bisa nurut untuk ke luar dari perkampungan tersebut,” ungkapnya 



Ia mengharapkan, kedepan masyarakat dapat hidup secara berdampingan  dengan hewan gajah. Karena ini hutan lindung yang merupakan habitatnya. *



 
Pewarta :
Editor : Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar