Bupati Minta Persoalan "Serangan" Gajah Segera Diatasi

id gajah masuk perkebunan, rowo rejo,lampung barat, parosil mabsus, bupati lampung barat

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus (Foto : Humas Pemkab Lampung Barat/Dok)

Kalau dimungkinkan kita akan mengusulkan ke Kemenhut agar gajah-gajah itu bisa relokasi ke daerah lain agar tidak menjadi masalah sosial setiap tahunnya, katanya
Lampung Barat (Antaranews Lampung) - Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus minta kepada instansi terkait agar segera membantu mengatasi "serangan" kawanan gajah liar yang memasuki dan merusak perkebunan milik warga di Blok 9 Rowo Rejo, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat beberapa hari lalu.

"Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk membahas persoalan gajah ini, agar masyarakat dapat hidup lebih tenang tanpa ada gangguan hewan liar yang mengganggu tanamam warga," kata Bupati saat dikonfrimasi dari Bandarlampung, Minggu.

Menurut dia, Pemkab Lampung barat akan segera menggelar rapat untuk persoalan serbuan kawanan gajah liar tersebut, selain meresahkan warga, kawanan gajah ini juga telah merusak tanaman pertanian dan perkebunan milik warga.

"Masalah gajah ini harus bisa dicarikan solusinya, dan duduk bersama antara Pemkab Lampung Barat instansi terkait. Jangan saling lempar tanggung jawab, dan saling menyalahkan," katanya.

Parosil menjelaskan, selain ke Pemerintah Provinsi Lampung, pihaknya juga akan melakukan koordinasi ke Kementrian Kehutanan dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk bisa mencarikan jalan keluarnya.

"Kalau dimungkinkan kita akan mengusulkan ke Kemenhut agar gajah-gajah itu bisa relokasi ke daerah lain agar tidak menjadi masalah sosial setiap tahunnya," katanya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Syaiful Bachri mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya penggiringan satwa dilindungi itu keluar dari perkebunan warga Rowo Rejo.

"Kami bersama tim akan menggiring kawanan gajah keluar dari pemukiman warga. Semoga setelah digiring keluar tidak akan kembali lagi," katanya.

Saiful menjelaskan, persoalan kawanan gajah ini harus segera diselesaikan, bila terus dibiarkan akan menimbulkan dampak yang berkepanjangan seperti warga tidak bisa bercocok tanam dan merusak lahan perkebunan warga.

Bila tidak ada penyelesaiaan maka setiap tahun masalah masuknya gajah liar ke perkebunan dan merusak tanaman warga selalu terjadi, warga menjadi tidak tenang, terutama malam hari karena khawatir dengan "serangan" gajah.

Baca juga: Kawanan gajah liar rusak tanaman warga Lampung Barat

Sebelumnya, anggota Taruna Siaga Bencana (Tagana) Lampung Barat Mardiana melaporkan adanya puluhan gajah liar yang memasuki dan merusak perkebunan milik warga di Blok 9 Rowo Rejo, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat.

"Ya benar, ada kawanan gajah liar berjumlah puluhan masuk ke daerah perkebunan warga di Suoh. Gajah-gajah itu merusak tanaman warga," ujarnya.

Menurut dia, kawanan gajah liar ini sudah hampir satu minggu berdiam di lahan perkebunan warga dan merusak puluhan hektare lahan pertanian dan perkebunan. Selain itu, ada dua rumah warga rusak akibat amukan gajah liar ini.

"Kawanan gajah liar ini sudah sering masuk ke wilayah perkebunan dan pertanian milik warga. Bahkan tahun lalu ada korban yang meninggal dunia," katanya.

Mardiana mengharapkan agar ada pihak atau instansi terkait bisa menggiring atau mengusir kawanan gajah liar ini keluar dari perkebunan warga, karena dikhawatirkan hewan berbelalai dan dilindungi undang-undang ini juga masuk ke permukiman warga.

Baca juga: 32 gajah liar rusak belasan hektare kebun warga
Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar