Pengunduran Diri Gede Widiade "Tsunami" Bagi Dirut Persija

id Gede Widiade, dirut Persija

I Gede Widiade (Istimewa)

Pemimpin boleh silih berganti, tetapi Persija harus tetap eksis dan tetap jaya

Jakarta (Antaranews Lampung ) - Pengunduruan diri I Gede Widiade dari Persija Jakarta seperti "tsunami" bagi Kokoh Afiat, direktur utama klub berjuluk Macan Kemayoran tersebut.



"Terus terang, bagi saya pengunduran diri Pak Gede seperti tsunami karena selama dua tahun saya bekerja sama dengan beliau menjalankan operasional klub," ujar Kokoh di Jakarta Sabtu.



Menurut Kokoh, I Gede Widiade merupakan orang penting di Persija yang sudah memberikan prestasi untuk tim.



Dua tahun memimpin Persija, Gede dianggap membawa perubahan untuk klub baik dari sisi organisasi maupun pencapaian.



Pada tahun 2018, Persija di bawah Gede meraih tiga gelar juara termasuk Liga 1 Indonesia, trofi yang ditunggu selama 17 tahun.



"Saya merasa kehilangan, tetapi menghormati keputusan yang beliau ambil. Terakhir berkomunikasi, beliau mengatakan akan mendukung saya selama meski sekarang tidak lagi berada di struktur organisasi," tutur Kokoh.



Setelah pengunduran diri Gede, yang diikuti oleh direktur operasionalnya M. Rafil Perdana, Kokoh Afiat meminta seluruh elemen Persija untuk tetap fokus menunaikan tugas.



Persija, lanjut Kokoh, tidak boleh diganggu oleh kondisi-kondisi apapun.



"Pemimpin boleh silih berganti, tetapi Persija harus tetap eksis dan tetap jaya," kata dia.



Persija kehilangan direktur utamanya I Gede Widiade dan direktur operasional M. Rafil Perdana karena mengundurkan diri sejak 1 Februari 2019. Kabar ini sendiri diumumkan kepada media pada Rabu (6/2).



Sejatinya, I Gede Widiade sempat ditawari posisi direktur olahraga oleh para pemegang saham Persija, tetapi pria berdarah Bali itu memutuskan untuk tidak memenuhi permintaan itu dan memilih hengkang dari Persija.



Sebagai pengganti Gede, pemegang saham Persija menunjuk Kokoh Afiat sebagai direktur utama Persija. (M054).

Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar