155 UMKM Lampung Selatan Ikuti Pelatihan

id Pelatihan umkm, Lampung Selatan

Sebanyak 155 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Lampung Selatan mengikuti pelatihan dan temu usaha untuk membangkitkan kembali pelaku usaha UKM yang terkena dampak tsunami Selat Sunda. (Antara Lampung/HO)

Kita berharap, melalui pelatihan ini bisa membangkitkan pelaku UKM yang terkena dampak tsunami
Lampung Selatan (Antaranews Lampung ) - Sebanyak 155 pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di wilayah Kabupaten Lampung Selatan mengikuti pelatihan dan temu usaha untuk membangkitkan kembali pelaku usaha UKM yang terkena dampak tsunami Selat Sunda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lamsel Noviar Akmal, Jumat, menjelaskan dari total peserta yang hadir, sebanyak 50 peserta mengikuti Penerapan Aplikasi Sistem peringatan Dini, SOP dan Skema Restrukturisasi Usaha. Sedangkan, 75 peserta mengikuti Temu Mitra antara pelaku UKM dan usaha besar, dan 30 peserta mengikuti Pelatihan Vocational.

"Kita berharap, melalui pelatihan ini bisa membangkitkan pelaku UKM yang terkena dampak tsunami. Secara umum bisa membuat kegiatan UKM di daerah ini lebih menggeliat lagi ke depannya," ujarnya.

Pelatihan yang digelar Dinas Koperasi dan UKM Lamsel bersama Kementerian Koperasi dan UKM itu berlangsung di Negeri Baru Resort, Kalianda, Rabu (6/2).

Staf Ahli Bupati Lamsel Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Priyanto Putro menyampaikan Kabupaten Lamsel mempunyai keunggulan produk di bidang kerajinan, seperti kain Inuh dan aksesorisnya, kain Tapis, dan Tukus.

Sedangkan di bidang kuliner, ujarnya lagi, keunggulan kuliner dari Lamsel, yaitu otak-otak, pletekan, abon lele, wingko pisang, dan keripik pisang.

Dia berharap dengan pendampingan dari Kementerian Koperasi dan UKM, produk-produk tersebut mendapat brand image khas Lamsel dengan perbaikan kualitas produk, pengemasan, desain produk, masa simpan, brand market, dan promosi produk.

"Kami berharap dukungan dan pendampingan dengan mendatangkan ahlinya untuk perbaikan kualitas produk-produk tersebut, sehingga pelaku UKM mampu bersaing di pasar domestik dan global," katanya.

Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan dan Penguatan Usaha Deputi Bidang Restrukturisasi Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Abdul Kadir Damanik mengatakan untuk mendukung itu semua, perlu adanya keterlibatan usaha besar untuk menggugah usaha kecil agar bisa berkembang.

"Seperti Chandra (Superstore) kami gandeng bukan untuk mempromosikan usaha mereka, tetapi dengan keterlibatan usaha besar, peluang untuk merangkul usaha-usaha kecil bisa tetap terbina," kata dia pula.

Menurut Damanik, wilayah yang terdampak tsunami harus segera bangkit kembali, sebab bila tidak segera dilakukan upaya-upaya rekonstruksi, maka akan susah keluar dari zona traumatik yang membekas di benak para korban.

"Program ini sengaja kita tujukan di Lampung Selatan, karena di daerah ini menjadi wilayah terparah yang terdampak tsunami Selat Sunda. Untuk itu, penting memberikan bimbingan terhadap mereka dan pelaku usaha di sini," ujarnya lagi.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar