DPR RI bantu korban tsunami obat obatan

id Tsunami

DPR RI bantu korban tsunami obat obatan

DPR RI bantu korban tsunami. (Antaralampung/emir)





Bandarlampung,  (Antaranews Lampung) – Komisi IX DPR RI memberikan bantuan obat-obatan untuk kebutuhan korban tsunami Delat Sunda, di Kalianda Lampung Selatan. 



“Bantuan obat-obatan ini untuk para korban tsunami Selat Sunda. Semoga bantuan ini bisa bermanfaat bagi korban tsunami,” ujar Ketua Komisi IX DPR RI, Jalaludin Akbar, di Bandarlampung, Rabu. 



Menurutnya, dengan adanya penyerahan bantuan obat-obatan ini, diharapkan bisa membantu korban tsunami selat sunda yang sakit, baik dari obat sakit kepala, diare, sesak nafas, dan lainnya. 



Selain itu, walaupun bantuan ini terlambat, tetapi tidak mengurangi makna yaitu, membantu untuk para korban. Karena setelah tanggap darurat dicabut banyak korban tsunami kekurangan obat-obatan. Dengan adanya bantuan obat-obatan ini bisa membantu mereka yang sakit dengan mendapatkan pelayanan gratis dari dinas kesehatan atau rumah sakit. 



“Yang pasti bantuan ini kami serahkan ke Pemerintah Provinsi Lampung unthk para korban bencana tsunami, semoga masyarakat bisa terbantu dengan bantuan yang diberikan ini,” katanya



Jalaludin menjelaskan, selain obat-obatan, tim kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI juga membawa sejumlah masukan bagi pemerintah pusat untuk kesiapan tanggap bencana. 



Karena persoalan tanggap bencana ini bukan hanya satu atau dua kali, tetapi bisa terus berkelanjutan karena, bencana bisa datang kapan saja dan di mana saja. 



“Kita harus bisa menyikapi tanggap bencana secara intens. Semoga setelah ada kungker ini, kedepan ketersediaan obat-obatan dan perlengkapan kesehatan, selama bencana bisa terpenuhi untuk korban bencana,” ungkapnya. 



Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Lampung Taufik Hidayat mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Komisi IX DPR RI untuk para korban tsunami selat sunda di Lampung Selatan. 



Menurutnya, bantuan ini sangat berarti bagi para korban tsuami selat sunda, karena sangat dibutuhkan apalagi saat ini memasuki musim penghujan dan rentan terserang penyakit. 



“Semoga urusan kesehatan bagi para korban tsunami selat sunda di Lampung dapat terselesaikan dengan baik, bahkan pendistribusiannya juga harus merata,” kata Taufik Hidayat , di Bandarlampung. 



Menurutnya, bantuan yang diterima ini, akan langsung diberikan kepada korban yang terkena dampak tsunami, melalui dinas kesehatan kabupaten masing-masing. 



Karena dampak tsunami ini praktis melumpuhkan sendi-sendi perekonomian masyarakat Lampung.  Tidak hanya itu, kehilangan orang yang dicintai, rumah dan bangunan yang runtuh, serta beberapa dampak lainnya akibat gempa memberikan kesedihan tidak hanya bagi masyarakat Lampung saja, namun bagi seluruh bangsa Indonesia.



Hingga kini Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial   RI  dan  Badan Nasional Penanggulangan bencana (BNPB) mencatat jumlah korban tsunami Selat Sunda 430 orang meninggal dunia, 159 orang hilang, 1.495 orang luka-luka, 21.911 orang mengungsi. 



Data tersebut juga menyebutkan bahwa kerusakan fisik: 924 unit rumah rusak, 73 penginapan rusak, 60 warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak, 24 kendaraan roda 4 rusak, 41 kendaraan roda 2 rusak, 1 dermaga rusak, 1 shelter rusak berat. Bahkan menurut BNPB dampak bencana terasa di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Tanggamus, dan Kabupaten Pesawaran. Hingga saat ini telah disalurkan sedikitnya Rp2.082.842.650 ke lokasi bencana. 



Sementara itu, untuk Provinsi Lampung, Bantuan Tanggap Darurat Makanan sebanyak (14.200 paket), Family Kit, Kids Ware, Food Ware 300 paket, Peralatan Dapur Keluarga 100 paket, peralatan Evakuasi 201, Selimut dan Sandang 150 paket. Juga diberikan Perlengkapan Tagana sebanyak 55 paket, santunan ahli waris korban meninggal untuk 4 jiwa masing-masing mendapat Rp15 juta.



Sehingga total bantuan untuk Provinsi Lampung Rp. 576.567.200. Selain itu, Pemprov Lampung juga melakukan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) yang dipusatkan di Kantor Gubernur dan Kantor Kominfo Lampung. 



Melihat kondisi masyarakat yang masih sangat membutuhkan bantuan, Pemerintah Provinsi Lampung berkoordinasi dengan jajaran terkait juga akan terus melakukan upaya dalam memberikan bantuan dan pertolongan kepada masyarakat yang terkena musibah sebagai bentuk kepedulian dan rasa simpati kepada seluruh korban terutama dalam melakukan rehabilitasi area pemukiman. 



“Dengan maksud dan tujuan Komisi IX DPR RI saya harapkan kepada Kepala OPD dan Instansi terkait untuk dapat memberikan pemaparan ataupun data dan informasi yang lengkap kepada Komisi IX DPR RI,” katanya 



Melalui kesempatan yang baik ini, Pemerintah Provinsi Lampung mengucapkan terima kasih atas dipilihnya sebagai objek kunjungan kerja Wakil Ketua dan Anggota Komisi IX DPR RI. Semoga hasil dari kunjungan ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi untuk masukan Tim Pengawas bencana DPR-RI terhadap pening katan penanganan dampak krisis kesehatan.*
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar