KPAI Minta Prostitusi Anak di Lampung Timur Diusut

id kpai, ai maryati solihah, perdagangan orang, dibawah umur, prostitusi online

Komisioner KPAI bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak, Ai Maryati Solihah (istimewa)

Laporan akhir tahun yang dikeluarkan KPAI secara resmi, angka anak korban prostitusi menempati angka tertinggi dalam kasus trafficking dan eksploitasi selama 2018, yaitu 92 kasus
Jakarta (Antaranews Lampung) - Komisioner Bidang Trafficking dan Eksploitasi Anak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Ai Maryati Solihah meminta polisi mengusut tuntas kasus prostitusi anak di Lampung Timur karena merupakan kejahatan yang sangat serius.

"KPAI memonitor agar kepolisian mengembangkan penyelidikan karena diduga berhubungan dengan prostitusi di Kota Metro Lampung yang terungkap sebelumnya," kata Ai melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ai mengatakan prostitusi yang melibatkan anak-anak di bawah umur tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang juncto Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman paling lama 15 tahun.

Ai menyatakan pujiannya kepada Polres Lampung Timur yang telah membongkar sindikat perdagangan orang yang menyasar anak-anak secara daring tersebut.

"Laporan akhir tahun yang dikeluarkan KPAI secara resmi, angka anak korban prostitusi menempati angka tertinggi dalam kasus trafficking dan eksploitasi selama 2018, yaitu 92 kasus," katanya.

Akhir 2018, Polres Lampung Timur mengungkap jaringan prostitusi daring yang melibatkan anak-anak di bawah umur yang masih berstatus sebagai pelajar sebagai korban.

Dua tersangka mengaku telah melakukan kejahatannya itu selama kurang lebih tiga bulan dan sedikitnya melibatkan tiga anak yang menjadi korban.

 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar