Pemprov Tunjuk Wahana Raharja Kelola Blok Migas

id Pemprov Lampung, tunjuk wahana raharja, blok migas

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat, rapat dengan pengurus BUMD. (Antara Lampung/HO)

Semoga seluruh pihak terkait dapat saling bersinergi untuk mengambil kesempatan ini demi kemajuan Provinsi Lampung,” harap Taufik.
Pertamina  Bandarlampung (Antaranews Lampung) -Pemerintah Provinsi Lampung menunjuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Wahana Rahardja untuk turut andil dalam pemberian hak pengelolaan (participating interest) 10 persen  pada wilayah kerja Minyak dan Gas Bumi South East Sumatera (WK SES).
       
"Kontraktor sebelumnya yaitu CNOOC SES Ltd sudah habis masa kontraknya dan kini dikelola oleh PT. Pertamina. Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 tahun 2016 yakni dinyatakan kewajiban kontraktor menawarkan maksimal 10 persen hak pengelolaan blok migas kepada BUMD," kata  Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Lampung Taufik Hidayat, di Bandarlampung, Rabu.
       
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, akan mengambil kesempatan ini dengan menunjuk BUMD PT. Wahana Rahardja sebagai BUMD penerima dan pengelola participating interest (PI) 10 persen.
     
 Ia menyebutkan, kriteria BUMD yang akan mendapatkan PI 10 persen yaitu seluruh saham BUMD harus dimiliki pemerintah daerah, sedangkan PT. Wahana Rahardja saat ini 99,08 persen dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Lampung dan sisanya dimiliki oleh Koperasi Saptawa. 
       
"Hal ini telah sesuai dengan Permen ESDM Nomor 37 tahun 2016. Oleh karena itu akan dilakukan pengalihan sisa saham dari Koperasi Saptawa dan tukar saham dengan PT. Lampung Jaya Utama, sehingga PT. Wahana Rahardja memenuhi syarat sebagai penerima PI 10 persen," jelas Taufik.
     
Ia berharap seluruh pihak dapat bersinergi dalam mengambil kesempatan baik ini. "Semoga seluruh pihak terkait dapat saling bersinergi untuk mengambil kesempatan ini demi kemajuan Provinsi Lampung,” harap Taufik.

 Sementara itu, Dirut Utama PT. Wahana Rahardja Idrus Effendi, menuturkan pihaknya akan berupaya mengambil kesempatan ini untuk kemajuan Provinsi Lampung. 
       
"Bagaimanapun kita semua ini adalah satu, walaupun tugasnya berbeda. Karena apa yang kita lakukan adalah untuk kemajuan Lampung. Oleh karena itu, kami akan mengambil kesempatan ini dengan mengeluarkan saham dari koperasi Saptawa dan mengambil saham dari PT. LJU," kata Idrus.

Ia menjelaskan secara teknis pihaknya bersama PT. LJU akan mengatur hal ini kembali. "Pada intinya kami semua siap, dan membutuhkan dukungan dari semua pihak untuk maju bersama. Mari kita lakukan kewenangan kita, lakukan bersama dan lakukan dengan cepat," jelasnya.

Dirut Utama PT. LJU Andi Jauhari Yusuf, menjelaskan potensi dan kesempatan besar ini harus dimanfaatkan untuk kemajuan Lampung. 
     
 "Kriteria pengambilan kesempatan ini adalah harus 100 persen kepemilikan saham milik pemerintah daerah. Untuk itu, PT. LJU akan mendorong hal ini dengan melakukan investasi saham ke PT. Wahana, begitupun sebaliknya,” jelas Andi.

Andi menuturkan pihaknya akan segera melakukan RUPS Luar Biasa terkait hal ini. "Tidak hanya itu, kita juga harus bersinergi dengan Pemda DKI Jakarta terkait hal ini," ungkapnya.

Wakil Ketua Koperasi Saptawa Harun Al Rasyid, menuturkan bahwa pihaknya akan menarik seluruh saham yang ada di PT. Wahana Rahardja. 
       
"Kami akan menarik saham kami, karena kami sangat setuju dan mendukung rencana ini," jelasnya.
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar