GPIB Marturia Salurkan Bantuan Korban Tsunami

id Gpib,Marturia, bantuan, salurkan, tsunami

Bantuan untuk korban tsunami Lampung Selatan (Antara Lampung/HO)

Bantuan berupa pakaian, obat, dan juga perlengkapan anak sekolah seperti buku tulis, bolpoin, diterima langsung Kepala Desa Sukaraja Sarbini
Bandarlampung (Antaranews Lampung ) -
Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Marturia Lampung memberikan bantuan kepada korban tsunami Selat Sunda di Desa Sukaraja, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu.
       
"Bantuan berupa pakaian, obat, dan juga perlengkapan anak sekolah seperti buku tulis, bolpoin, diterima langsung Kepala Desa Sukaraja Sarbini," kata Pendeta Miss Sono Bogar, dalam keterangan tertulis yang diterima, di Bandarlampung, Minggu.
       
Ia mengatakan bantuan yang diberikan pada Sabtu (5/1) kepada warga yang terkenca bencana tsunami Selat Sunda itu merupakan wujud solidaritas dan empati warga GPIB Marturia.
       
"Begitu dapat kabar ada bencana tsunami yang menimpa saudara-saudara kami, maka warga jemaat GPIB Marturia langsung tergerak dan mengumpulkan bantuan. Tujuannya untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang terkena musibah bencana tsunami," katanya.
       
Selain memberi bantuan kepada warga yang terkena bencana, GPIB Marturia juga memberikan bantuan perlengkapan kepada personel penanggulangan bencana. 
       
Bantuan berupa jas hujan dan senter itu untuk melengkapi personel penanggulangan bencana itu diberikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan.
       
"Kami mengucapkan terima kasih kepada personel penanggulangan bencana, relawan, dan tim penyelamat yang dengan sigap melakukan pertolongan kepada warga yang terkena bencana," kata Pendeta Miss.
       
Sementara, Kepala Desa Sukaraja Sarbini, mengatakan terdapat 35 rumah warganya hancur total akibat disapu tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam.
       
"Sebagian warga kami masih mengungsi. Ada yang di pengungsian yang disiapkan oleh pemerintah. Sebagian mengungsi di posko-posko di kaki Gunung Rajabasa. Ada juga yang ditampung di rumah kerabat," kata Sarbini.
       
Menurut Sarbini, ada 3 warganya yang meninggal dunia dan 6 orang masih hilang. Selain itu sebanyak 573 warga Desa Sukaraja mengalami luka. 
     
 "Jumlah yang mengungsi 685 jiwa," kata dia.
         
Karena itu, ia menyampaikan ucapan terima kasih kepada GPIB Marturia yang telah membantu warganya.
         
Berdasarkan data yang dirilis Posko Darurat Bencana Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (4/1) ada 118 orang meninggal dunia dalam bencana tsunami akibat erupsi Gunung Anak Krakatau ini. 
           
Sebanyak 8.303 orang mengalami luka dan 7 orang masih dinyatakan hilang. Sebanyak 683 rumah rusak.
         
Dari jumlah korban meninggal dunia tersebut, sebanyak 97 korban meninggal terdapat di Kecamatan Rajabasa yang terdampak paling parah dalam bencana tsunami di Kabupaten Lampung Selatan.

 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar