Asa Miliki Rumah Kian Nyata Setelah Jokowi Tiba

id jokowi, presiden jokowi, kunjungi pengungsi

Presiden Joko Widodo bersama anak-anak pengungsi dari Pulau Sebesi,yang ditempatkan di lapangan tenis Indoor Kota Kalianda Lampung Selatan, Rabu (2/1) siang. presiden mengajukan sejumlah pertanyaan kepada anak-anak pengungsi untuk menghibur mereka, (Antaralampung/Muklasin)

Sementara kita bangun dulu rumah warga yang hancur, kata Presiden

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Pengungsi terdampak bencana tsunami Selat Sunda  di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung sangat mengharapkan dapat memiliki rumah baru sebagai pengganti rumah mereka yang telah hancur.

Apalagi kini mereka telah berhari-hari bahkan berminggu-minggu terpaksa harus menjalani hidupnya di sebuah tenda pengungsian yang tidak terlalu besar yang juga berada di atas pegunungan.

Anak-anak juga terpaksa harus kehilangan masa bermain seperti biasa di lingkungan rumahnya. Mungkin yang terlintas di pikiran mereka justeru rasa ketakutan akan terulangnya kejadian serupa yang telah menghancurkan rumah, kapal bahkan merenggut nyawa sanak saudaranya.

 Sesekali pengungsi turun dari pengungsian yang terletak di dataran tinggi, jika merasa ada kebutuhan yang mendesak. Mereka pergi dan meminta dari satu ke satu posko lainnya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Selain kehilangan tempat tinggal, korban tsunami rata-rata juga kehilangan mata pencariannya. Kehidupan sehari-hari sebagai nelayan kandas begitu saja karena kapal perahu sebagai alat pemenuhan kebutuhan ekonomi mereka hancur.

Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, terkadang mungkin terlintas dalam pikiran mereka kata pasrah. Pasrah dan menerima kehendak yang telah terjadi, mereka hanya bisa berharap kepada pemerintah setempat.

Pakaian pun seadanya hasil dari donasi masyarakat yang disalurkan melalui posko atau organisasi yang datang sendiri. Terkadang juga terlihat lelaki dewasa yang hilang perasaan gengsinya dengan menggunakan pakaian wanita seperti daster.

Selama dalam pengungsian mereka juga harus bertaruh dengan kesehatannya. Mereka harus bisa lebih ekstra menjaga kesehatan dari gigitan nyamuk dan menjaga pola makanan yang terkadang sering dihidangkan dengan mi instan.

Hari demi hari mereka tidak bisa lagi menahan tubuhnya agar tetap sehat. Satu demi satu pengungsi mulai terserang berbagai penyakit gatal-gatal hingga Deman Berdarah (DBD).

Para pengungsi pun tidak hanya berharap dari pemerintah daerah setempat untuk mendapatkan kembali tempat tinggal yang layak, bahkan ketika Presiden Joko Widodo berkunjung, harapan itu kian nyata.

Respon Keinginan Pengungsi

Presiden Joko Widodo dalam kunjungannya untuk melihat korban tsunami dan dampaknya     di Desa Way Muli Timur, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung mengatakan akan fokus terlebih dahulu membangun rumah warga yang hancur akibat hantaman gelombang tsunami Selat Sunda,

"Sementara kita bangun dulu rumah warga yang hancur," kata dia.

Untuk fasilitas lainnya yang juga hancur akibat hantaman gelombang tsunami, seperti puskesmas, Jokowi menegaskan akan menyusul. Sementara pihaknya akan fokus kepada rumah warga yang hancur.Pada kunjungan tersebut,

Jokowi meminta kepada Menteri PUPR untuk membangun rumah warga yang telah hancur. Pembangunan rumah warga tersebut akan dibangun dengan jarak sekitar 400 meter di atas bibir perairan Pantai Pesisir atau mendekati Gunung Rajabasa.

Presiden Joko Widodo memerintahkan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono untuk segera membangun rumah warga yang hancur akibat tsunami di pesisir Kabupaten Lampung Selatan, Lampung.

Setelah didata, lanjut Presiden, pembangunan akan dimulai dalam waktu tiga bulan ke depan.Dana untuk pembangunan rumah warga yang rusak itu, Jokowi mengatakan, anggarannya sama dengan pada pembangunan di lokasi bencana Palu dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Anggarannya sama saja seperti di Palu dan NTT," kata Jokowi menerangkan.

Terkait penanganan pengungsi dari Pulau Sebesi, Presiden Joko Widodo pun mengemukakan korban tsunami Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan minta tempat tinggalnya direlokasi ke tempat lebih tinggi, tidak di pinggir pantai lagi.

"Tadi sudah saya tanyakan ke masyarakat Pulau Sebesi, mereka intinya ingin direlokasi ke tempat lebih tinggi, tidak ingin bangun di bibir pantai lagi," ujar Presiden kepada wartawan usai berdialog dengan pengungsi Pulau Sebesi di lapangan Tenis Indoor, Kota Kalianda, Lampung Selatan, Rabu (2/1).

Menurut Presiden, semua korban tsunami Lampung Selatan pada umumnya minta direlokasi meskipun masih ada yang tetap ingin tinggal di tempat semula.

"Semuanya, termasuk di Desa Way Muli, ada satu dua lah yang ingin tetap di pinggir, tapi 90 persen minta direlokasi ke tempat lebih atas," kata Jokowi lagi.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Lampung Selatan, Presiden Joko Widodo mengunjungi korban tsunami di Desa Kunjir dan Way Muli Kecamatan Rajabasa, kemudian RSUD dr Bob Bazar, Kota Kalianda  untuk melihat kondisi pasien korban bencana tsunami dan terakhir pengungsi dari Pulau Sebesi di lapangan Tenis Indoor.

Turut serta mendampingi Presiden, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal TNI Tito Karnavian, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Lampung M Ridho Ficardo dan Pelaksana Tugas Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menindaklanjuti perintah Presiden Joko Widodo agar merelokasi masyarakat pesisir Desa Waymuli, Kecamatan Rajabasa, yang terdampak tsunami, dengan langkah awal mensurvei lahan yang akan dibangun permukiman.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan, I Ketut Sukerta, ketika dihubungi via teleponnya,mengatakan, ada info tanah dua hektare di Desa Waymuli.

Ketut menjelaskan di Desa Way Muli, sedikitnya 50 rumah hancur. Oleh karena itu, lanjut dia, lahan yang ada untuk untuk warga Way Muli dulu.

Sementara, untuk warga lainnya yang juga terdampak tsunami  akan direlokasi ke tempat lain dan lahannya tengah dicarikan.

Kalau yang lain, ujar dia, tengah diupayakan. Kalau mau di Kalianda akan disiapkan, karena Pemda Lampung Selatan punya tanah di sekitaran kantor pemda.

Untuk warga Pulau Sebesi akan direlokasi di pulau setempat tapi di tempat lebih tinggi dari pantai.

Kini, pengungsi korban tsunami Selat Sunda sedang menanti kapan memiliki hunian layak itu menjadi nyata.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar