Satgas Pemkot Bandarlampung Sidak Supermarket

id Sidak, BPOM,pemeriksaan pangan

Satgas Pemkot Bandarlampung Sidak Supermarket

Tim gabungan yang berasal dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung, BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan Bandarlampung dan Polisi Pamong Praja melakukan sidak ke sejumlah mal di Bandarlampung, Kamis. (Dian Hadiyatna/Antaranews Lampung)

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Pemerintah Kota Bandarlampung melakukan sidak pangan ke beberapa supermarket yang berada di kota itu, Kamis siang.

Sidak tersebut dilakukan tim gabungan yang berasal dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung, BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan Bandarlampung dan Polisi Pamong Praja.
   
Menurut Kabid Distribusi, Harga dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Bandarlampung  Rozali, kegiatan sidak itu adalah tugas rutin Satgas pangan untuk mengecek ketersedian dan keamanan pangan di wilayah Bandarlampung.

"Kegiatan ini juga adalah lanjutan dari sidak-sidak beberapa waktu lalu, untuk mengamankan ketersediaan bahan pangan menjelang Natal dan Tahun Baru 2019," katanya.
    
Ia menjelaskan, tim gabungan dipecah menjadi dua tim yang akan melakukan pengecekan di beberapa supermarket seperti MBK, Hypermart, Candara dan lainnya.

Selain itu, bukan hanya sidak terkait ketersedian dan keamanan pangan saja, namun juga memeriksa izin edar semua produk yang beredar di supermarket tersebut.
   
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Inspeksi Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Hotma Panjaitan mengatakan sejauh ini pihak supermarket yang disidak cukup koopretif dan belum ditemukan makanan berbahaya dijual.

"Kita hanya menemukan beberapa produk yang kurang pas penempatannya di gudang penyimpanan, dan kemasan produk yang belum diperbaharui," katanya.
 
Tim gabungan yang berasal dari Dinas Ketahanan Pangan Kota Bandarlampung, BPOM, Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan Bandarlampung dan Polisi Pamong Praja melakukan sidak ke sejumlah mal di Bandarlampung, Kamis. (Dian Hadiyatna/Antaranews Lampung)

Ia menyebutkan di salah satu mal justru menyimpan makanan beku yang seharus disimpan di suhu -18 derajat Celcius, disimpan di suhu 2,9 derajat Celcius.

"Kami sudah beri tahu kepada penjaga agar dinaikkan suhu sesuai standar," katanya pula.

Hotna mengatakan, di mal besar lainnya ditemukan beberapa produk dengan izin kemasan yang belum diperbaharui, seperti aroma vanili dan keripik pisang serta produk susu yanh ditaruh tanpa palet (alas). 
   
Ia mengatakan, sudah memberikan arahan kepada para pemilik supermaket ini untuk membenahi masalah perizinan, kemasan serta penyimpanan barang di gudang harus sesuai standar.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar