Presiden Minta Babinsa Cegah Konflik di Desa

id Presiden, Babinsa, TNI

Presiden Joko Widodo (Biro Pers Istana)

Jambi (Antaranews Lampung) - Presiden Joko Widodo meminta agar prajurit Bintara Pembina Desa (Babinsa) dapat mencegah konflik di desa seluruh Indonesia.

"Tugas babinsa adalah agar jangan sampai ada konflik sekecil apapun di desa kita segera padamkan kalau ada api konflik jangan biarkan membesar," kata Presiden Joko Widodo di Jambi, Minggu.

Presiden menyampaikan hal itu dalam acara pengarahan kepada Babinsa Kodam II/Sriwijaya, Kodam Iskandar Muda, dan Kodam I/Bukit Barisan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balairung Pinang Masak Universitas Jambi, Kota Jambi.

 "Hati-hati perbedaan-perbedaan itu harus terus kita sadarkan kepada masyarakat kita, ini negara besar, dan aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan, persaudaraan antarsuku, antaragama, antardaerah, kekuatan kita ada di situ," tambah Presiden.

Presiden mengungkapkan bahwa Indonesia memiliki total 260 juta masyarakat yang tinggal di 17 ribu pulau dan 714 suku serta 1.100 bahasa.

 "Ajak masyarakat untuk membangun terus persatuan, jangan diberikan ruang terutama biasanya menjelang tahun politik rakyat kita mulai agak gesek-gesek baik untuk pemilihan bupati, walikota, gubernur atau presiden, diaduk-aduk oleh hal-hal yang bersifat politik, jangan sampai seperti itu," ungkap Presiden.

Presiden juga meminta agar babinsa memberikan kedewasaan kepada masyarakat, masyarakat sehingga matang dalam berpolitik.

"Memilih siapapun terserah, tapi jangan sampai di tahun-tahun politik begitu banyak fitnah, kabar bohong, hoaks di media sosial, jangan sampai perubahan itu membuat dampak tidak baik bagi kita," tegas Presiden.

Masuknya internet maupun akses terhadap media sosial menurut Presiden akan memasukkan budaya dan ideologi impor ke desa.

"Hal itu sebenarnya tidak bisa kita cegah karena semua orang bisa mengakses sekarang, ideologi apapun bisa masuk kita, ini yang harus disiapkan. Tentu saya juga mengapresiasi babinsa yang mengajar di suku Anak Dalam, ikut membangun rumah-rumah suku Anak Dalam, karena memang ada masyarakat yang masuk ke revolusi industri 4.0 tapi ada juga rakyat kita yang masih perlu kita dorong untuk bisa meloncat maju," jelas Presiden.

Dalam laporannya, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa babinsa ikut membuat jembatan gantung, mengajar masyarakat di pedalaman dan hal-hal konkrit lain yang dilakukan di desa-desa.

Dalam pengarahan itu hadir 3.316 orang Babinsa dari wilayah Kodam II/Sriwijaya, Kodam Iskandar Muda, dan Kodam I/Bukit Barisan termasuk 15 bintara pembina pesisir dan 15 bintara pembina lanud, serta 259 perwira unsur pimpinan satuan di komando kewilayahan Kodam II/Sriwijaya.

Presiden pun menyampaikan kenaikan tunjangan operasional dan tunjangan kinerja bagi babinsa dengan besaran tunjangan operasional antara Rp900 ribu - 1,2 juta. 
  
Sedangkan besaran kenaikan tunjangan kinerja rata-rata naik dari 51 persen menjadi 71 persen dan berlaku mulai Juli 2018 yang akan dicairkan pada 17 Desember 2018 untuk 6 bulan.

Sebagai gambaran, prajurit bintara menerima kenaikan rata-rata sebesar Rp1 juta per bulan, sehingga selain mendapatkan kenaikan satu bulan, bintara juga menerima rapelan sebesar Rp6 juta.

Selain Panglima TNI, hadir dalam acara tersebut Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, KSAD Jenderal Andika Perkasa, Plt Gubernur Jambi Fachrori Umar, Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis A.S dan Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan serta pejabat terkait lainnya.

 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar