Thai AI, Proyek Google Atasi Diabetes

id Diabetes, Google

Pemeriksaan mata di Poliklinik RS Imanuel Bandarlampung. Kehilangan penglihatan dialami lebih dari 1 dalam 10 orang di seluruh dunia. (ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Jakarta (Antaranews Lampung) - Google mengumumkan program kecerdasan buatan (AI) di Thailand yang akan digunakan untuk memindai penyakit mata akibat diabetes yang dapat menyebabkan kebutaan permanen.

    
"Sebagai bagian dari masyarakat, kami punya kewajiban menggunakan AI di hal apa pun yang memungkinkan," kata Wakil Dikrektur Urusan Global Google, Kent Walker, dikutip dari laman Reuters.

    
Google pada acara tersebut juga menyebutkan manfaat lain proyek AI ini, antara lain untuk penangkapan ikan ilegal di Indonesia. 

Programn di Thailand ini bekerja sama dengan rumah sakit milik negara Rajavithi Hospital, berupa studi bersama agar AI dapat memindai dengan kurasi 95 persen dalam mendeteksi penyakit, dibandingkan dengan 74 persen jika dilakukan oleh dokter mata atau ahli optik.

    
AI akan menganalisis hasil pemindaian pasien untuk menilai apakah orang tersebut berisiko kehilangan penglihatan sehingga pasien dapat diberikan perawatan pencegahan.

    
Pemerintah Thailand sudah berkamapnye mengenai hidup sehat agar tidak terkena diabetes. Pemindaian mata diabetes menjadi salah satu indikator kesehatan mereka sejak 2015.

    
Thailand sebagai salah satu produsen gula dunia, memiliki tingkat konsumsi gula yang tinggi diantara 69 penduduknya. 

Mereka hanya memiliki 1.400 dokter mata untuk 5 juta pasien diabates, kebanyakan berisiko kehilangan penglihatan, menurut Asisten Direktur Ravajithi Hospital, Paisan Ruamviboonsuk.

    
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar