Pemuda Kampung Pelangi Bandarlampung Peringati Maulid Nabi

id Maulid Kampung Pelangi Bandarlampung, Kampung Pelangi Bandarlampung, Umbul Kapuk Bandarlampung, Maulid Nabi Bandarlampung

Pemuda Kampung Pelangi Bandarlampung Peringati Maulid Nabi

Pemuda di sekitar Mushala Daarul Anshar, Gang Daarul Anshar (Kampung Pelangi), Kelurahan Kebon Jeruk, Bandarlampung saat bersiap menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (9/12). (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Hari kelahiran Nabi Muhammad SAW biasa diperingati oleh umat Islam dengan merayakan Maulid Nabi untuk mengingat dan mempelajari kembali perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, terutama bagi kalangan generasi muda Islam di daerah ini.

Karena itu, untuk meningkatkan rasa cinta dan meneladani kehidupan Rasulullah SAW pada diri pemuda, Mushala Daarul Anshar, Gang Daarul Anshar (Kampung Pelangi), Kelurahan Kebon Jeruk, Bandarlampung yang digawangi kelompok pemuda menyelenggarakan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (9/12).

Surya Edy Wibowo, Ketua Pelaksana peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu, dengan tema "Kita Teladani dan Semangat Perjuangan Rasulullah SAW"  menghadirkan pula Ustaz H Saifun Nawasi SPdI, pengurus Pondok Pesantren Al Fathaniyah, Serang, Banten.

Acara Maulid diawali dengan pawai akbar 30 armada kendaraan hias berisi telur dan ciri khas produk warga Umbul Kapuk yaitu bantal dan kasur, dengan setiap armada berisi 400-700 butir telur, pawai obor, dan diiringi musik tradisional angklung.

Pawai akbar dimulai pada pukul 18.30 WIB, dengan start dan finis di Gang Daarul Anshar mengelilingi kawasan Bukit Randu Bandarlampung.

Acara dilanjutkan dengan tausiah oleh Ustaz H Saifun Nawasi SPdI, pengurus Pondok Pesantren Al Fathaniyah, Serang, Banten.

Menurut Surya Edy Wibowo, tujuan peringatan Maulid Nabi ini tidak lain adalah agar setiap muslim memperoleh gambaran tentang hakikat Islam secara paripurna yang tercermin di dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Namun, katanya lagi, sangat disayangkan sekarang ini peringatan Maulid Nabi banyak yang melenceng dari tujuan awalnya. Maulid Nabi kini hanya sebatas tradisi ritual tahunan belaka dan tidak memberikan efek yang berarti bagi masyarakat.

Dia menyatakan pula, ceramah-ceramah yang disampaikan pada Maulid Nabi pun biasanya hanya seputar akhlak dan kepribadian Rasulullah SAW saja. Padahal masih banyak hal dalam diri Rasulullah yang perlu diteladani, seperti Rasulullah sebagai Rasul sekaligus sebagai kepala negara yang mengurusi umat.

Ia menilai, pemuda muslim Zaman Now pun, rasa cinta kepada Rasulullah sudah mulai terkikis oleh hal-hal yang tidak baik. Hal ini tidak terlepas dari pola pikir yang cenderung mementingkan diri sendiri dan golongannya. "Daya kritis para pemuda telah dialihkan ke hal-hal yang tidak berfaedah," kata dia lagi.

Padahal, menurutnya pula, kehidupan Nabi Muhammad SAW memberikan contoh-contoh yang mulia, baik sebagai seorang muslim yang lurus perilakunya dan terpercaya di antara kaumnya dan juga kerabatnya, maupun sebagai dai (aktivis dakwah) yang menyeru kepada Allah SWT dengan hikmah dan nasihat yang baik.

"Rasulullah juga sebagai kepala negara yang mengatur segala urusan dengan cerdas dan bijaksana, sebagai suami teladan dan seorang ayah yang penuh kasih sayang, sebagai panglima perang yang mahir, sebagai negarawan yang cerdas dan jujur. Jadi pada dasarnya nilai-nilai inilah yang harus digali kembali melalui peringatan Maulid Nabi ini," kata Surya Edy Wibowo pula.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar