BI Imbau Masyarakat Tukarkan Uang Emisi 1998-1999

id Bank Indonesia, Budiharto Setyawan

Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera menukarkan uang pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 tahun emisi 1998 serta pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 tahun emisi 1999 yang masa berlakunya berakhir pada 1 Januari 2019 (Foto:Antaralampung.com/Agus Wira Sukarta)

Hingga sekarang sudah cukup banyak masyarakat yang telah menukarkan uang tersebut, kata Budi
 Bandarlampung (Antaranews Lampung ) - Bank Indonesia mengimbau masyarakat untuk segera menukarkan uang pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 tahun emisi 1998 serta pecahan Rp50.000 dan Rp100.000 tahun emisi 1999 yang masa berlakunya berakhir pada 1 Januari 2019.

"Bank Indonesia telah melakukan pencabutan dan penarikan uang kertas rupiah itu berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No.10/33/PBI/2008 tanggal 25 November 2008, " kata Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, Budiharto Setyawan, di Bandarlampung, Kamis.

Masyarakat Lampung yang masih memiliki uang pecahan tersebut dapat melakukan penukaran di seluruh kantor Bank Indonesia sampai dengan 30 Desember, termasuk di unit pelayanan khusus pada 29?30 Desember 2018.

Ia menyebutkan, masyarakat akan mendapatkan penggantian sesuai nominal yang ditukarkan atau tanpa ada potongan selama uang itu memenuhi kriteria sebagai uang rupiah asli dan apabila kondisi uang rusak, fisik uang harus lebih dari 2/3 bagian atau 67 persen, serta bukan uang mutilasi atau nomor seri kanan dan kiri berbeda. 

Selain di Kantor Bank Indonesia Provinsi Lampung, menurut Budiharto, masyarakat Lampung juga bisa menukarkan uang-uang kertas itu di Kas Titipan Bank Indonesia yang berada di BRI Liwa Lampung Barat dan Kotabumi, Lampung Utara.

"BI siap melayani setiap hari dari jam 08.00-12.00 WiB, dan hari Sabtu-Minggu, 29 dan 30 Desember 2018, Bank Indonesia juga tetap melayani penukaran uang yang dicabut masa edarnya," ujarnya. 

Kepala Kantor BI Perwakilan Provinsi Lampung itu, menambahkan Bank Indonesia secara rutin melakukan pencabutan dan penarikan uang rupiah, dengan pertimbangan antara lain masa edar uang dan adanya uang emisi baru dengan perkembangan teknologi unsur pengaman pada uang kertas.

"Hingga sekarang sudah cukup banyak masyarakat yang telah menukarkan uang tersebut," kata Budi.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar