Polisi Labuhan Maringgai usut dua warga tewas

id Korban perkelahian, lmpung Timur

Dua warga Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur tewas, diduga setelah berkelahi dengan kerabatnya sendiri. (Foto:Antaralampung.com/Muklasin)

Dua orang yang meninggal dunia, meninggal setelah berkelahi, dan satu lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sudah dirawat di rumah sakit
Lampung Timur  (Antaranews Lampung ) - Pihak Polres Lampung Timur bersama Polsek Labuhan Maringgai mengusut kejadian dua warga Desa Muara Gading Mas kedapatan tewas, diduga setelah terlibat perkelahian dengan kerabat sendiri, Sabtu (1/12) petang.

Pihak Polres Lampung Timur melalui Kapolsek Labuhan Maringgai Kompol Kadengan saat dikonfirmasi, di Lampung Timur, Minggu, membenarkan peristiwa itu. "Betul, tapi kami sedang olah tempat kejadian perkara," kata Kompol Kadengan pula.

Namun Kompol Kadengan belum bisa menjelaskan secara lebih rinci peristiwa itu, termasuk kenapa bisa terjadi mengingat masih dalam penyelidikan pihak kepolisian setempat.

"Nanti takut salah, nanti saya periksa dulu datanya. Tapi saat ini sedang ditangani aparat gabungan dari Polres Lampung Timur dan Polsek Labuhan Maringgai," ujarnya pula.

Dua warga di Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur diketahui tewas, diduga setelah berkelahi dengan kerabatnya sendiri. Perkelahian ini diduga dipicu perebutan pengelolaan tanah makam keramat keluarga mereka.

"Dua orang yang meninggal dunia, meninggal setelah berkelahi, dan satu lainnya mengalami luka-luka dan saat ini sudah dirawat di rumah sakit. Yang berkelahi ini masih satu keluarga," kata Wahono, Kepala Desa Muara Gading Mas, saat dihubungi Sabtu (1/12) malam.

Wahono mengatakan, peristiwa perkelahian itu terjadi pada Sabtu sore ini sekitar pukul 15.00 WIB.

Perkelahian itu, menurut dia, terjadi spontan, setelah cekcok mulut dan berselisih antaranggota keluarga terkait pengelolaan tanah makam keramat keluarga yang selama ini ramai diziarahi warga sekitar.

"Informasinya berkelahi karena pengelolaan tanah makam keramat keluarga, tapi belum begitu jelas informasinya lebih lanjut," ujarnya lagi.

Wahono menyatakan pula, dua orang yang meninggal dunia itu telah diurus jenazahnya oleh keluarga, dan pelaku yang diduga menyebabkan kematian keduanya telah menyerahkan diri ke pihak kepolisian setempat. "Kabarnya pelaku sudah menyerahkan diri ke polisi," ujar Wahono lagi.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar