800 prajurit dikerahkan ke perbatasan Indonesia -Timor Leste

id TNI, Timor Leste, NTT

Satuan Yonif Raider 408/Suhbrastha (yonifraider408suhbrastha.blogspot.com)

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Sebanyak 800 pasukan TNI Angkatan Darat dikirim ke wilayah perbatasanT Indonesia dengan Republik Demokrat Timor Leste (RDTL) untuk mengamankan sejumlah kawasan perbatasan, baik di sektor barat maupun sektor timur.

Komandan Korem 161/Wirasakti Kupang Brigjen Teguh Muji Angkasa kepada wartawan di Markas Lantamal VII Kupang, Sabtu mengatakan pasukan itu berasal dari satuan Yonif Raider 408/Suhbrastha dan Satuan Yonis Mekanis 741/Garuda Nusantara.

"Mereka nanti akan mengantikan Satgas sebelumnya yang sudah bertugas selama sembilan bulan mengamankan wilayah perbatasan yang berbatasan dengan Timor Leste," katanya usai memimpin upacara penerimaan kedatangan ratusan Satgas tersebut di Markas Lantamal VII Kupang.

 Jenderal berbintang satu itu menjelaskan nantinya satuan dari Yonif Raider 408/Suhbrastha akan mengantikan satuan Yonif 743/Pradnya Samapta Yudha. 
    
Sementara satuan Yonis Mekanis 741/Garuda Nusantara akan mengantikan satuan Yonif 715/Motuliato yang sudah bertugas selama sembilan bulan.

 Ratusan pasukan itu baru tiba di Kupang pada Jumat (16/11) menggunakan KRI Banjarmasin 592. 
    
Mantan Wadanjen Kopassus itu mengharapkan Satgas yang baru bertugas di kawasan perbatasan Indonesia-RDTL itu dapat menjalankan tugasnya dengan terus melanjutkan bernagai program yang sudah dijalankan oleh Satgas sebelumnya.

Ia pun menegaskan menjadi Satgas Pamtas Indonesia-RDTL adalah tugas mulia, karena tidak semua pasukan terpilih untuk menjaga kawasan perbatasan.

 "Jaga kehormatan dan lakukan tugas dan kewajiban sebagai TNI serta terus membantu masyarakat di kawasan perbatasan," pesan Danrem kepada ratusan prajurit itu.

   Selanjutnya pasukan itu akan bertolak ke kawasan perbatasan pada Sabtu (17/11) sore. Sementara pasukan yang lama akan bertolak dari perbatasan pada Minggu (18/11).
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar