Bawaslu awasi dan rekomendasikan pelanggaran

id Bawaslu Bandarlampung, Sosialisasi pengawasan

Anggota Bawaslu Provinsi Lampung Divisi Sengketa Hermansyah saat memberikan materi sosialisasi pengawasan Pemilu (Foto: Antaralampung,com/Ardiansyah)

Bawaslu adalah badan pengawas yang memiliki batasan yang diatur dalam Undang Undang Pemilu
Bandarlampung (Antaranews Lampung ) - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lampung Hermansyah menegaskan bahwa pihaknya bertugas hanya sebatas mengawasi dan merekomendasikan terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu.

"Bawaslu adalah badan pengawas yang memiliki batasan yang diatur dalam Undang Undang Pemilu. Karena itu, Bawaslu bekerja hanya sebatas mengawasi dan merekomendasikan apabila terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu," kata dia, pada Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019, di Bandarlampung, Kamis.

Ia menyebutkan, seperti halnya pelanggaran terkait pemasangan alat peraga kampanye (APK) yang dipasang sebelum ditetapkan masa kampanye.

Hermansyah mencontohkan, adanya baliho besar yang melanggar, bukan berarti tidak ditindak, tetapi tidak memiliki alat untuk melakukan pelepasan baliho tersebut.

"Tidak mungkin juga kami langsung memanjat tiang-tiang baliho yang tinggi," ujarnya pula.

Karena itu, lanjutnya, mengingat tidak memiliki alat untuk melakukan penurunan APK yang melanggar, Bawaslu merekomendasikan hal tersebut kepada pemerintah kabupaten/kota dalam hal ini Satpol PP untuk melakukan eksekusi.

"Jadi kami berharap masyarakat tidak lagi menyebutkan Bawaslu `tidur` atau pun tidak bekerja, karena pada hakikatnya Bawaslu adalah lembaga pengawas sesuai dengan UU," katanya lagi.

Bawaslu terus berupaya untuk melakukan pengawasan dan pencegahan terkait pelanggaran dalam proses pemilu, dalam hal ini adalah proses kampanye seperti pemasangan alat peraga kampanye (APK).

Hadir pada acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pemilu 2019, beberapa organisasi masyarakat (ormas) dan LSM, yaitu Damar, HMI Bandarlampung, PMII Bandarlampung, IMM Bandarlampung, Pemuda Katolik Bandarlampung, GP Ansor Bandarlampung, PMKRI Bandarlampung, dan Kohati Bandarlampung.

Peserta perguruan tinggi mulai dari BEM Universitas Terbuka, BEM Universitas Lampung, BEM STKIP PGRI Bandarlampung, BEM UIN Radin Intan Bandarlampung, BEM Universitas Bandarlampung, BEM IIB Darmajaya, BEM Universitas Teknokrat Indonesia dan awak media.
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar