Wali Kota tunggu janji PT KAI

id WALI KOTA BANDARLAMPUNG, HERMAN HN, PT KAI, UNDERPASS SULTAN AGUNG

Wali Kota Bandarlampung Herman HN (antara/triono subagyo)

Ini semua untuk rakyat. Bukan hanya warga Bandarlampung yang menikmati, tetapi semua yang datang ke Bandarlampung," terang dia.
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Wali Kota Bandarlampung Herman HN menunggu janji PT KAI yang ingin membangun "underpass" di perlintasan rel dan Jalan Sultan Agung, Bandarlampung guna mengatasi kemacetan di sana.

"Di lokasi tersebut sangat rawan kemacetan, hingga kini. Dulu KAI sempat mengutarakan ingin membangun 'underpass' sehingga kendaraan tetap bisa melaju manakala ada kereta yang melintas," kata dia, saat menerima kunjungan kru LKBN Antara Lampung, di Bandarlampung, Senin.

Disinggung apakah Pemkot Bandarlampung ingin membangunnya, menurut dia tidak dalam waktu dekat ini dan masih menanti janji dari pihak PT KAI untuk merealisasikannya.

Herman yang menjabat untuk kali kedua menjadi Wali Kota Bandarlampung itu menjelaskan, pihaknya sudah membangun delapan fly over atau jembatan layang dan sedang dalam proses "underpass" di simpang Universitas Lampung.

"Dalam waktu dekat akan dibangun dua fly  over lagi yakni di persimpangan Jalan Untung Suropati dengan Jalan Soekarno Hatta, karena di lokasi tersebut cukup parah kemacetan yang terjadi," kata dia.

Kemudian, satu lagi di Jalan H Komaruddin, Rajabasa dengan Jalan Soekarno-Hatta yang juga kerap menimbulkan kemacetan. "Apalagi di sana banyak kendaraan yang ke luar masuk ke dalam Terminal Rajabasa, belum lagi kendaraan warga," katanya.

Wali Kota Bandarlampung itu mengatakan semuanya dilakukan untuk mengurangi kemacetan di ibu kota Provinsi Lampung tersebut. "Ini semua untuk rakyat. Bukan hanya warga Bandarlampung yang menikmati, tetapi semua yang datang ke Bandarlampung," terang dia.

Warga Bandarlampung yang kerap melintas di Jalan Sultan Agung sangat berharap segera ada solusi untuk mengatasi kemacetan terutama di persimpangan rel kereta api apalagi ketika kereta lewat.

"Saya setiap hari kalau kerja melintas di sana, ketika ada kereta apalagi pengangkut batubara berhenti hingga beberapa menit. Ini harus segera dicarikan pemecahannya," kata Beni, warga Perumnas Wayhalim, Bandarlampung.

 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar