Kisah relawan Lampung Timur di Sulawesi Tengah

id Tim RELAWAN SULTENG, PALU, sugi, tsunami, gempa

Kisah relawan Lampung Timur di Sulawesi Tengah

Tim relawan Lampung Timur yang bertugas di Sulteng. (Istimewa)

Lampung Timur (Antaranews Lampung) -  Tim relawan kemanusian Pemerintah Kabupaten Lampung Timur ke Sulawesi Tengah langsung melakukan aktivitas sosial membantu warga terdampak gempa dan tsunami.

Eva Susanti, ketua tim relawan  dihubungi dari Lampung Timur, Senin,  mengatakan Tim Relawan Kemanusian Pemkab Lampung Timur bertugas di Kecamatan Biromaru, Kabupaten Sigi.

Setibanya di Sigi, tim dibagi dan langsung bekerja. Tim medis dokter yang terdiri dari dua dokter spesialis dan satu dokter umum ditempatkan di Rumah Sakit Torabelo.

Tim paramedis bidan, ditempatan di Puskesmas Baluase dan Puskesmas Kaleke.

Sementara tim relawan Banser dan Pramuka membantu setiap kegiatan tim medis.

"Di sini sangat memprihatinkan,  pasien masih dirawat di tenda-tenda, " ujar Eva Susanti yang berprofesi sebagai bidan menceritakan kondisi korban gempa di Sigi.

Menurut Eva Susanti, korban gempa di Sigi mengalami trauma dan banyak yang luka akibat benturan benda.

"Melihat gedung saja mereka ketakutan dan sebagainya sehingga pelayanan kesehatan yang kami berikan banyak di luar gedung puskesmas, langsung di titik-titik pengungsian, sehari, pelayanan kesehatan yang diberikan bisa mencapai 120 sampai 150 orang, " ungkapnya.

Anak-anak pun banyak yang mengalami trauma dan luka fisik.

"Ada  anak yang amnesia akibat terbentur  batako saat kejadian, " ujarnya.

Untuk anak-anak, tim relawan memberikan pelayanan kesehatan psikososial atau pemulihan trauma dengan mengajak anak-anak bermain di luar gedung.

Eva Susanti mengatakan Senin ini sampai Rabu besok,  Tim Relawan Kemanusian Lampung Timur akan menggelar kegiatan Germas, sebuah kegiatan mengajak hidup sehat. 

Isi kegiatanya memberikan pelayanan kesehatan, penyuluhan psikososial bagi anak-anak, makan buah bersama dan membuat sanitasi, dan gotong royong di masjid.

"Di sini kita bekerjasama dengan AMP dan IOF ( Indonesia Off Road Federation), kita membagi sembako dan membagi makanan untuk anak-anak, " ungkapnya lagi.

Ditanya kondisi di Sigi saat ini,  menurut dia banyak bangunan yang rusak parah.

Korban juga butuh pelayanan kesehatan dari dokter. Karena tenaga dokter masih sedikit.

"Kondisi di sini perlu lebih banyak dokter, terutama dokter spesialis,  kalau tenaga bidan dan perawat sudah cukup, dokternya sangat kurang, " kata dia.
 
Relawan Lampung Timur (Ist)


Untuk bantuan makanan,  katanya  sudah banyak berdatangan, yang masih kurang bantuan untuk membangun rumah.

"Kalau di tempat kami sih setahu saya cukup distribusi makananya tapi kalau di tempat lain saya tidak tahu, " sebutnya.

Mengenai tanggapan warga dan Pemerintah Daerah Sigi kepada Tim Relawan Kemanusian Lampung Timur, kata Eva sangat baik dan berterimakasih kepada tim relawan.


"Tim kami pun di sini solid bekerja, " ujarnya.

Ditanya dimana tim tinggal, Eva menyebutkan tinggal di kamp.

"Awal-awal kami ada di sini kami masih merasakan adanya gempa susulan. Karena itu kami memutuskan tinggal di base camp di Biromaru. Banser dan Pramuka dengan sigap mendirikan tenda membuat kamar mandi dan WC, " ujarnya.


Diketahui, Pemkab Lampung Timur mengirim Tim Relawan Kemanusian ke Sulawesi Tengah.

Tim ini ditempatkan di wilayah Sigi dan bermukim di base camp di Biromaru.

Tim ini sebanyak  26 orang. Terdiri dari 
dua dokter spesialis, tiga dokter umum, delapan perawat,  lima bidan, satu apoteker, lima Banser ,dua Pramuka.

Mereka akan bertugas di Sigi selama sekitar 10 hari sejak 9 Oktober.
Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2022