Petani pembibitan udang Lampung Selatan keluhkan perizinan

id nanag audiensi dengan petambak

Plt Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto saat audinesi dengan petambak (Foto: Antaralampung.com/HO)

Lampung Selatan (Antaranews Lampung) - Para petani pembibitan udang mengeluhkan pengurusan perizinan dan kenyamanan dalam berusaha, sehingga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Ketua Asosiasi Pembenih Udang (APU) Provinsi Lampung Indra Gandi, di Lampung Selatan, Kamis, mengatakan para anggotanya meminta kepada Pemkab Lampung Selatan untuk dapat memberikan kemudahan dalam proses pembuatan perizinan secara masal, sehingga dapat mendukung pengembangan pengusahaan udang di daerah ini.

Berkaitan itu, pihaknya telah melakukan audiensi dengan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto di rumah dinas bupati setempat.

Kedatangan puluhan petani pembibitan udang tersebut, Rabu (10/10, untuk menindaklanjuti terkait dengan keluhan anggotanya dalam pengurusan perizinan dan kenyamanan dalam berusaha.

Bahkan beberapa waktu lalu, sejumlah usaha rumahan pembenihan bibit udang di Lamsel sempat disambangi tim dari Polda Lampung karena dinilai ilegal.

Ketua APU Lampung Indra Gandi menegaskan, para anggotanya meminta kepada Pemkab Lampung Selatan untuk dapat memberikan kemudahan dalam proses pembuatan perizinan secara massal, dan disampaikan secara langsung kepada Plt Bupati Nanang Ermanto.

Menanggapi hal tersebut, Nanang Ermanto berjanji akan memberikan kemudahan kepada para petani pembibitan udang di wilayahnya.

Namun, Nanang juga meminta kepedulian para petani pembenihan udang terhadap lingkungannya.

"Yang pasti saya akan bantu izinnya. Tapi usaha yang kecil-kecil saja, jangan sampai usaha menengah dan yang besar juga minta ikut dibantu. Kalau sudah dibantu, saya minta juga kepeduliannya terhadap lingkungannya," ujar Nanang.

Kawasan pesisir di Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu sentra pengusahaan pembibitan udang di daerah ini, dan telah berkembang lama sebelumnya.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar