Pondasi bangunan longsor empat warga Sibolga tewas tertimbun

id tanah longsor, longsor ,warga sibolga tewas, tewas tertimbun, pondasi bangunan

Kondisi rumah korban yang tertimbun pundasi rumah yang longsor di gang Senggol, Ketapang, Keluarahan Simaremare, Sibolga Utara, Kamis sore, (11/10). (Jason Gultom/Antara)

Tiba-tiba saja tembok pondasi rumah yang ada di atasnya runtuh dan langsung menimpa rumah kontrakannya
Sibolga, Sumut (Antaranews Lampung) - Empat warga Kota Sibolga, Sumatera Utara, Kamis tewas akibat tertimbun longsoran pondasi bangunan diguyur hujan yang terjadi sejak siang hingga sore hari.

Informasi yang diperoleh dari lapangan, peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan keempat korban tinggal di Gang Senggol Ketapang Kelurahan Simaremare.

Keempat korban yang meninggal dunia itu adalah seorang ibu bernama Ika Marbun (31) dengan putrinya Yuni Tobing (4) yang masih duduk di bangku PAUD, dan adiknya Wahid Tobing (1,5), sedangkan satu lagi bernama Saiful Lubis (11) siswa kelas IV MIN Ketapang.

Menurut keterangan Sihombing selaku pemilik rumah, Kamis sore hujan dan angin kencang cukup deras, sementara korban yang sudah lama mengontrak rumahnya baru saja pulang jualan bakso bakar dari pelabuhan lama Anggar Sibolga.

Tiba-tiba saja tembok pondasi rumah yang ada di atasnya runtuh dan langsung menimpa rumah kontrakannya.

"Mereka masih famili kandung. Mereka sudah cukup lama mengontrak di rumah saya. Posisi rumah di Gang Senggol ini berada di perbukitan. Kami tidak menyangka akan terjadi longsor seperti ini," katanya.

Sementara menurut tetangga korban Lidya Hutagalung (32), korban Saiful Lubis (11) sore itu pergi menonton tv ke rumah pamannya yang masih satu dinding dengan rumah mereka.

Sementara pamannya pergi ke luar menjemput sesuatu, dan bapak Saiful sedang menarik becak.

"Jadi keempat korban yang meninggal dunia itu berada di rumah Ika Marbun. Tiba-tiba saja suara runtuhan terdengar. Wargapun datang memberikan pertolongan namun karena besarnya runtuhan pondasi rumah yang menimpa, keempat korban yang tertimbun sangat sulit untuk dievakuasi," katanya.

Meski demikian, warga tidak putus asa, dibawah guyuran hujan deras keempat korban dapat dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit.

Dua orang dibawa ke Rumah Sakit FL Tobing atas nama Ika Marbun (31) dan putrinya Yuni Tobing (4).

Sedangkan dua lagi atas nama Wahid Tobing (1,5) dan Saiful Lubis (11) dilarikan ke Rumah Sakit Swasta Meta Medika Sibolga.

Kini keempat jenazah masih berada di rumah sakit untuk divisum.

 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar