BMKG: waspadai angin kencang-gelombang tinggi di Lampung

id bmkg, selombang tinggi, angine kencang

Kantor BMKG Lampung. (FOTO: ANTARA Lampung/HO)

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini kondisi cuaca buruk angin kencang dan gelombang tinggi diperkirakan terjadi pada sejumlah wilayah di Provinsi Lampung, Senin hingga Selasa (18/9) pagi.

Menurut BMKG, seperti disampaikan dalam rilis Tim Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung, di Branti, Senin, kewaspadaan potensi angin kencang di wilayah Lampung dapat melebihi 25 KM/jam.

Kemudian, kewaspadaan potensi gelombang mencapai lebih 4,0 meter diperkirakan di wilayah Samudra Hindia Barat Lampung, perairan Brat Lampung, dan Selat Sunda bagian Selatan.

BMKG menyatakan, apabila terjadi perubahan cuaca yang signifikan akan diperbaharui dan diinformasikan melalui WhatsApp Group (0816404333) dan media sosial Facebook (Infocuaca BMKG Lampung) atau bisa diakses langsung via website http:// www. stametlampung.com.

Prakiraan cuaca umum di Provinsi Lampung berlaku 17 September pukul 07.00 WIB sampai dengan 18 September 2018 pukul 07.00 WIB, menyebutkan angin secara umum bertiup dari arah Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan antara 5-20 knots. Jarak pandang bervariasi 4-10 KM.

Suhu udara secara umum berkisar antara 21-32 derajat Celsius, kecuali Lampung bagian Barat (Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat) berkisar antara 17-30 derajat Celsius.

Kelembapan udara secara umum berkisar antara 45-88 persen, kecuali Lampung bagian Barat (Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat) berkisar antara 65-97 persen.

Secara umum wilayah Lampung pagi hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan.

Siang hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan.

Malam hari berpotensi hujan lokal di wilayah Kabupaten Tanggamus, Pesisir Barat, Lampung Barat, Pesawaran, dan Pringsewu.

Dini hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan.





 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar